Diposkan pada Cerita

Pengalaman Membuka Rekening BCA

Assalamualaikum.wr.wb

Selamat malam sahabat semuanya, para pembaca yang Budiman dan dirahmati Allah SWT.

Baru nongol lagi neh, lama juga saya tidak menulis lagi di halaman ini ya karena, hmm salah satunya malas Haha dan waktu yang memang tak saya sempatkan hehe malas terus menerus menggondol di hati.

Dalam kesempatan sekarang ane pengin berbagi pengalaman Membuka Rekening BCA.

Ya, ane sekarang masih ada di kota Bandung yang adem ayemm menurut ane, nyaman, bersih, dan tentram.

Kantor ada di Jl. Asia Afrika Bandung lupa nomor berapa.

Jum’at pagi jam 08:30 selepas dari pasar baru Bandung nganterin adik langsung meluncur dech ke lokasi.

Persyaratan untuk membuka rekening BCA ternyata tidak sulit ko, cukup mudah sekali. Justru lebih mudah dari bank lainnya, mudah seperti BRI juga.

Berikut saya bantu paparkan persyaratannya :

1. Foto copy KTP dan bawa KTP Asli/SIM

2. Foto copy KK / KK Asli

3. Uang sebesar Rp 500.000

4. Materai Rp 6.000

Itu syarat penting ya, berhubungan ane berasal dari Kebumen dan e-KTP Kebumen, ternyata tidak dipersulit ko. Tidak perlu surat penguat lainnya seperti rekomendasi, surat keterangan apapun. Juga NPWP tidak perlu.

Sebelum membuka ane juga sempat bertanya sama security dan teller mengenai prosedur dan oke dech keesokannya ane buka.

Langsung yaa.

Dari jalan Asia Afrika cari kantor BCA ada di sebelah kiri jalan, meluncur dengan Mio J

– Masuk parkir, pastikan motor aman ya gan dan jangan lupa ambil struk parkir.

– Masuk langsung, pasti akan diperlakukan dengan sangat ramah oleh security, asli ramah pisan, apalagi udah kenal, ane baru kenal walau tidak terlalu kental. Hehe, langsung ane paparkan maksud dan tujuan, buka rekening langsung dibantu diantar ke Bagian terkait.

– Eits langsung ketemu juga, ane dibantu langsung sama Mas Dian, kebetulan namanya sama hehe. Ramah juga dan sangat Ramah pelayanannya ko. Ditanya kembali maksud dan tujuan

– Pengecekan data KTP, SIM, KK untuk buka rekening dan cek secara online untuk e-KTP

– Dijelaskan fasilitas, keuntungan, dan berbagai pilihan produk termasuk jenis kartu

– Ane pilih Kartu ATM yang silver

– Ngbrol mengenai apapun tentang saya sekedar saja, 

– Tunggu sebentar dan sedang diproses sambil mengisi formulir dan surat lainnya. Banyak tanda tangan dan paraf.

– Tidak sampai 30 menit, selesai dech

– Pulang

Begitu mungkin kurang lebihnya ya,

Maaf radaa malas nih keburu ngantuk 

Wassalamu’alaikum.wr.wb

Iklan
Diposkan pada Cerita

Keadilan apakah?

Pada kenyataannya disini penuh diskriminasi mengenai posisi dan hak. Bagaimana tidak apapun yang menyangkut masalah hak dipublikasikan ke semua bagian dalam satu team.

Walaupun masih dalam kemasan isu – isu, tapi hangatnya membuat senyum sedikit mencuat pada bibir – bibir yang bersangkutan.

Lantas bagaimana dengan beberapa orang sebagai penguat team dan pemasok untuk penambahan omset transaksi? Hanya bisa gigit jari dan mengeluh menepuk dada sendir. Menepuk pundak rekan lainnya sebagai pertanda harap sabar.

Bagaimana bisa konsisten dan begitu patuh pada aturan-aturan yang dicanangkan oleh senior – senior yang menduduki jabatan pimpinan. 

“Hak” bukan lah sesuatu yang tabu dan memang harus diperjuangkan. Hidup ini memang keras dan lebih keras dari goncangan apapun untuk mendapat makan dan hak keadilan.

Apa titik masalah yang sebenarnya?

Sederhana saja, duduk di kursi yang sama, bagian yang sama, desk job yang sama, kapasitas beban yang sama, tanggung jawab yang tidak berbeda jauh. Hanya posisi yang berbeda.

Nampaknya beberapa gelintir orang hanya sebagai pelengkap yang dimanfaatkan. Lalu apa? Meminimalisir pengeluaran rutin bulanan.

Pemangkasan tanpa sepengetahuan dan manipulasi data hak – hak yang dilaporkan juga nampaknya tak diendus secara benar – benar oleh pihak yang bersangkutan. Dan masih terus berjalan membohongi dan membodohi.

Kerja keras? It’s oke. Bagian dari sebuah usaha yang memang seharusnya dipertimbangkan. Faktanya ini adalah sebuah formalitas yang dibesar-besarkan.
Salam dunia (ke)dua (r)a(ja)

Diposkan pada Cerita

…. , neng

Cinta, kasih sayang dan rindu. Beberapa kata yang bisa digabungkan bagi yang bisa menggabungkan. Layaknya perasaan yang sebenarnya begitu sederhana namun makna begitu luas dan tak mudah dipahami, terlalu abstrak.Cinta, belum tentu sayang.

Sayang, pasti cinta.

Mungkin begitu juga diriku padamu neng.

Entah bagaimana aku begitu menyayangimu hingga detik ini juga. Walau kadang dugaan perasaanku tak begitu yakin mengenai dirimu. Entah darimana waktu akan menunjukan bahwa kau tak begitu.

Sampai detik ini dan ketika aku menulis ini pun aku menyayangimu. Entahlah dengan kepastianmu.

Betapa rindunya hati ingin bertemu sekali saja di waktu tertentu. Entahlah, aku tak membuat janji lagi bahkan datang tiba – tiba. Dengan dugaan pasti, kau tak bisa kutemui. Entah apa alasannya, aku tak paham pastinya, alasan pastinya.

Dari beberapa kali kebelakang memang begitu adanya. Ya bagaimana lagi, aku tak bisa memaksanya. Biarkan berjalan seadanya saja. Ikhlas iklhas kecewa. 

Hujan pun dikebut apalagai reda, hingga terjebak sampai malam dan kau telah di rumah.
Malam ini, di pertengahan malam tadi entah berapa tetes air mata yang membasahi bantal warna pink. Dengan menangis diam – diam hanya sesekali tarik nafas lewat hidung agar tak tersumbat dan tak didengar adiku.

Ya begitu rasanya.

Aku menangisimu neng, dari rasa yang sudah begitu mendalam kasih sayangku. Dari rasa yang sudah begitu nyaah pisan, entah bagaimana denganmu. Sinyalmu membuatku terus berjuang. Tapi terkadang kamu berperasaan atau apa istilahnya dengan lelaki lain. Tapi memang sih bebas, secara tak ada hubungan yang mengikat pasti diantara kita. Ya tapi begitu cemburunya aku atuh neng.

Menjaga perasaanku masih begitu kecolongan, sampai sebegitunya aku harus menangis, menangisimu.

Kamu yang nota bene sudah tak mau berpacaran tapi mau nggak mau diajak pacaran saat ada yang nembak.
Begitu sederhanakah perasaan sebuah cinta dan tanpa cinta. Sesederhana itukah? Mau dan gakmaunya? 

Bagaiman dengan sebuah keseriusan? Bagaimana kalau aku serius dan begitu serius padamu?
Apakah mengoleksi secara lepas lelaki dan membandingkan sebuah rasa pengertian, perhatiannya, kasih sayangnya, cara berfikirnya dll sebagainya? Dengan respon yang sama saja terhadap kesemuanya?
Entahlah.

Semoga kau tak begitu yang ku gambarkan. Begitu cukup dan sangat terangat cukup menjaga perasaan menjaga hati sedemikian rupa. Pilihan ada padamu neng.
Apabila suatu saat nanti dan memang bukan aku, baiklah terima kasih.

Bertemu memang untuk tak disatukan. Cukup belajar.

Pasti ada yang begitu bisa menghargai sebuah rasa dan perasaan dan menjaga cinta, dengan tak begitu mudah terlalu baik pada “siapapun” .

Setidaknya tulisan ini jadi wacana, ketika kau membaca.

Aku begitu sayang padamu.

Aku begitu tak ada pilihan lain, serasa muara terakhir. Jangan disia – siakan apabila tak keberatan dan sreg.

Umur tak menjamin, tapi apabila berfikir serasional mungkin kau tampaknya paham sendiri.

Apabila engkau begitu membolak – balikan , menarik ulur hati, mencoba dan selalu mencoba cinta dari sana dan dari sini, engkau akan selalu jadi percobaan.
Bagi lelaki sepertiku itu sangat tidak pantas, mencoret cerita masa lalu kelak.

Cinta bukan sebuah alasan untuk mencoba dan dicoba, mikir.

Cinta saja tak dijaga, bagaimana dengan perasaan.

Bagaimana dengan si dia yang ini, yang di mimpi dan tak punya no hp dan sosial media? Apakah bohong saja?
Aku berdo’a, semoga Allah selalu membuka jalan Nya, aamiin

Diposkan pada Cerita

Surat Ramadhan untukmu, neng

Assalamu’alaikum. wr. wbSelamat pagi neng.

Neng, nama panggilanmu yang serasa lebih hmm entahlah bagaimana rasa yang menyeruak dalam dadaku. 

Hani Lestari. Nama asli yang kau sandang dengan bangga pemberian orang tua.

Pesek. Nama panggilan yang sesuatu, sering kali ku lontarkan. Lebih simple memanggil neng, neng hanilestari, neng hny, atau hny adjah.
Engkau pasti masih tertidur lelap ya neng? Setelah selesai kerja menghampiri meja makan bersama partner kerja yang lain. Dilapisi derai tawa dan senyum. Sesekali bersenda gurau mengusik pembicaraan masa lalu masing – masing, tak jauh dengan hal yang berkaitan dengan cinta. 
Selamat pagi neng… .

Bulan suci telah tampak di depan mata, tak perlu berhitung lama – lama, tinggal beberapa jam saja. Bulan yang begitu sangat dirindukan umat islam di penjuru dunia.

Aku juga merindukannya tentu. Selain mengenai peningkatan amal ibadah serra hal lain yang berkaitan dengan agama, juga pasti tentang pengiritan tak makan siang hihii, bagaimana denganmu? Masih suka ngemillkan neng? Hehe distop dulu yahh…

Neng hanilestari

Sebelum benar – benar menyentuh dengan hati yang sedalam – dalamnya, izinkan aku untuk menyampaikan sesuatu yah. Tentunya tentang permintaan maaf.

Maaf yang sebesar – besarnya padamu.

Dari beberapa patah kata atau mungkin banyak kata yang pernah menyakiti hatimu, perasaanmu dan sisi lain yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Maafkan aku.

Dari sisi aku yang terkadang kesal padamu. Kesal menunggu kabarmu dan lain sebagainya yang tak pantas kukatakan tentunya. Aku mohon maaf yang neng.

Dari rasa kesal menunggu pulangmu dari tempat kerja ketika aku tengah berada di luar sana. Maaf kan aku ya, aku sadar bahwasanya semua aku tak bisa mengatur seorangpun untuk mengikuti kemauanku. Maafkan aku ya, aku paham setiap orang punya maksud dan tujuan masing – masing, tanpa paksaan apapun.

Maafkan aku apabila pernah memaksa tentang sesuatu yang mungkin engkau tak sejalan dengan hal itu.

Maafkan aku.

Maaf apabila kesannya agak lebay hingga harus menulis begini dan dikirim diam – diam neng. 

Aku baru sesekali ini menuliskan pada seorang wanita, kamu.

Telah kusadari aku lebih sering bertukar pikiran denganmu, berbagi alasan apapun mengenai suatu hal bahkan cerita cerita, ini alasanku menulis.

Maafkan juga tentang “perasaan”ku.

Dan prasangka – prasangka yang terkadang pas dan tidak pas. Itu tak apa bagimu, tapi terkadang keruh mendung di sini ( hati ) dan basah di mata.
Maaf apabila pernah membuatmu kesal atau mungkin kesal yang berlarut – larut.

Dan sisi hal lain yang tak bisa disebutkan satu persatu neng.
Aku lebih suka menulis. Apabila berbicara yang direncanakan aku takan bisa. Pasti bahasanya belepotan, bergetar dan salah tingkah. Percaya diri di hadapan wanita itu gak mudah, di depanmu misalnya hehe
Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat menunaikan ibadah puasa.
Ditunggu selalu kabarmu, setiap hari.

Semoga selalu dilimpahkan kesehatan, rizki yang lancar dan berkah. Aamii aamiin aamiin
– [ ] Wassalamu’alaikum. wr. wb

Diposkan pada Cerita

Ditolak Bawa Buah Mangga ke kereta di stasiun Gombong

Selamat malam, jumpa lagi sama tulisan ane yang tak begitu dirindukan☹️😂 Kali ini ane mau membagikan sedikit pengalaman kemarin kemarinnya kemarin, maaf baru niat banget nulis. Malesnya edan pisan, ane tulis sekarang aje dengan kondisi drop dan kesal, kesal tak ketemu dia😰 kecewa sih

Eit kembali lagi ya,

Hari itu hari Rabu, 03 Mei 2017. Berangkat tujuan akhir Bandung untuk kembali ke rutinitas awal di kerjaan untuk modal khitbah dll. Berangkat dari rumah di Tambakmulyo Puring menuju stasiun Gombong dianter kaka ane.
Setiba di stasiun, ngawangkong sebentar sama kaka ngalor ngidul ora genah. Lantas buka hp tunjukan barcode kode booking di CTM ( Cetak Tiket Mandiri ). Tret treet trett keluarlah boarding pass tiketnya.

Menunggu beberapa menit untuk check in . Begitu check in dan verifikasi data ok dan valid di system masuklah ane ke peron stasiun sambil bawa barang dlm kardus ( mangga ). Berhenti sejenah dipanggil sama petugas dan porter.

“Mas kue nggawa apa ng kardus?”

“Nggawa asem pak, kepriwe?”

“Kie mambune lho mas, ora kena digawa meng kereta anu nganggo AC, mbok ganggu penumpang liane”

“Lha terus priben pak?”

“Ya ora bisa mas, kue asem kweni mbok yah mambune menyengat ko”

Ya wis terpaksa ane kasihin tuh sama petugase ” nyah pak lah nggo njenengan bae aseme”

Memang dilarangkah yah’? Padahal di hari sebelumnya ada tetangga ane naik di stasiun Maos tidak dipermasalahkan lho, ko aku malah kena masalah.

Padahal itu permintaan bapak ane, hmm cape sore” harus manjat dulu ke pohon smbil petangkringan jhe.

Diposkan pada Cerita

Pengalaman Membuat SIM C

Selamat sore,

Kembali lagi dengan saya yang tak ditunggu dan tak dicari😂

Kembali ane disini ingin berbagi cerita mengenai pembuatan SIM C. Umur 22 baru nyempetin bikin SIM C, 5 tahun ane kemana aje? Haha ya memang waktu dan keuangan tidak sinkron. Ada uang gk ada waktu, ada waktu gk ada uang juga pernah gak ada waktu gk ada uang, lha priben le tole…

Mei 2017 tepatnya tanggal 2 Mei ane memaksakan bikin SIM C, karena memang perlu dan pastinya taat aturan, berkendara harus memiliki surat izin kan. Begitulah warga negara yang baik, ada polisi tidak panik, padahal polisi tidur, ada razia tidak panik. Tapi tetap safety yaa. Punya SIM bukan berarti bebas naik motor begitu aje, prosedurenya dipake. Kirangi gaya – gaya, sayang nyawa dan sayang kamu, ehh😂

Pagi – pagi ane meluncur ke Polantas Kebumen. Ehh untuk prosedure awalnya harus ada surat keterangan sehat ya. Ane lupa dimana alamatnya, kalau dari polantas kebumen lurus aja ke timur, sebelah kiri di asrama apa itu namanya. Disarankan harus pagi biar dapat antrian lebih awal dan tidak menunggu lama. Ane dari rumah jam 07:29 otomatia telat smpai sana jam 08:30 dapat antrian gelombang ke-2 

Memang harus ngantri lama, padet bro kya ngantri sembako hahaa, 

Nanti dipanggil sama petugasnya, harus stand by ya, kalau tidak ya siap – siap gendok ngantri dari awal lagi.

Dipanggil bagian ane, siapkan e-KTP Asli dan foto copy ya, nanti diukur tinggi badan dan berat badan – tes mata di buta warna – foto untuk surat kesehatan.

Biaya 40,000


Melucurlah ke Polantas Kebumen. Cuma 3 menit saja.

Di pintu gerbang ada pos polisi sebagai CS, tanya aja disitu nanti dikasih tau prosedurenya.

Dikasih nomor antrian pula dan blangko untuk data kelengkapan. Diisi seadanya, menyangkut identitas kita tentunya.

Begitu selesai langsung masuk ke ruangan dan diserahkan ke Loket 1 . Hal lucu dan aneh disini, pas ane bingung selanjutnya dimana pas nanya polisi, ehh polisinya bingung juga hmm, ada apakah? Padahal tinggal bilang, langsung ke loket 1 saja data diserahkan.

Menunggu dipanggil ya, jangan pergi kemana”, 

Dipanggil untuk bayar resi sebesar 100,000,- bayar tunai ya, tak bisa debet apalagi nyicil 😂

Menunggu dipanggil untuk pemotretan.

Akhirnya dipanggil juga, sesi pemotretan. Selanjutnya rekam sidik jari lalu tanda tangan, harus cepat yaa, terus cekrek foto. 

Keluar dan menunggu dipanggil petugas untuk verifikasi dan penyerahan berkas.

Persiapan tes teori dan praktek.

Gk ane ceritakan ahh

Intinya mnyangkut tata cara berlalu lintas dech, LULUS.

Praktek dengan sepeda motor.

1. Lurus, zig zag, angka delapan. Sampai lulus dech, klo ngga lulus ya mengulang lagi smpai lulus ya.

LULUS

Jadi dech SIM C

Gitu singkatnya ya

Metu disit gelet panganan. Ada mie ayam di sebrang jalan raya


Mie ayam Rp 8,000.- , es teh Rp 3,000.- , es susu Rp 3,500

Wareg karo wis rampung ya bali.

Kurang lebih nya mohon maaf .

Jangan pake calo!!

Diposkan pada Cerita

Genap 22

Assalamu’alaikum.wr.wb

Malam ini genap sudah usiaku di 22 tahun, 25 April 1995 ke 25 April 2017. Usia berkurang satu demi satu ketika semakin tambahan tahun berjalan ke depan.Menginjak usia 20 tahun sebenarnya suatu hal yang menegangkan, tegang memasuki kepala 2 dengan persiapan menembus kepala 3, 30 tahun. Dan sekarang masuk usia 22 tahun. Serasa masih sama saja dengan hal – hal sebelumnya. Tak ada yang aneh dengan penambahan usia. Dari segi moral mungkin ada perubahan beberapa persen. Mulai cara berfikir, cara mengambil keputusan dan cara lainnya untuk bertahan hidup dan menahan goncangan entah dari sisi dalam atau luar. Dari segi eksternal rasanya fisik biasa saja, pola wajah kekanaka – kanakan yang masih saja melekat erat, minim sisi kewibawaan. Dari segi internal mungkin memang banyak yang ada di kepala, fikiran. Banyak hal yang difikirkan.

Dari segi finansial. Hmm masalah besar sebenarnya. Sisi finansial sepertinya bagian horor dan sangat horor lebih dari sensitif. Itu seberapa penting masalah keuangan. Seberapa besar tabungannya. Hmm minimalis. Mungkin seharusnya hampir setahun lebih bekerja dengan gaji yang tidak tentu dan di bawah UMR Kota Bandung, minimal ada beberapa persen yang lumayan sebagai hasil jerih payah. Mudah – mudahan ada, aamiin.

Dengan harapan besar ingin punya motor setaraf 150 CC. Dibawahnya juga tak masalah, 110 CC. Sebagai transportasi kesana kemari. Dengan gaji minimal dengan rasa syukur yang memang harus lebih besar. Kebutuhan yang memang belum seberapa tapi tanggungan keluarga yang lumayan, dari seorang ayah yang sebenarnya dari sisi tanggung jawab yang tak diinginkan (red, blablabla). Entahlah, semua ada jalannya masing – masing😰.

Dari rasa cinta yang mengendap, ingin menikah, menghalalkan anak orang.

Yaa Rabb, tunjukan jalan Mu
Tak berharap banyak di usia ke – 22,

Sehatkan ayah ibu ku, lapangkan dada, lancarkan pula rizkinya.

Dari sisiku, lancarkan rizki ku dan segala pekerjaan yang aku jalani saat ini, permudahkanlah. Hamba ingin cukup dan dicukupkan oleh Mu. 

Dekatkan lah pekerjaan yang sesuai untuk hamba, halalan toyyiban.

Didekatkan pula jodoh, dan dipermudahkan jalan untuk menikah.
Tak banyak. Cukupkanlah
Teruntuk kau yang sering kusebut namanya dalam do’a, Hani Lestari.

Dengan keridhoan dan keikhlasanku, aku ingin ,,,😥🙂

Tetap, jangan pernah berubah.
Angka 22 di 25 April 2017 dari 1995

Angka 2, aku dan kamu 1 + 1 = 2 . 2 selanjutnya adalah 1 keluargaku dan 1 keluargamu = 2. Harapanku, misalpun beda suku, tpi semua adalah ridho orang tua. Aku ingin fokus diri sendiri untuk finansial dan kamu.

Bahwasanya jodoh sudah diatur oleh Nya, tapi aku berharap engkau dengan sepenuh hati.
Antara pilihan pekerjaan di luar Bandung. Setidaknya baik untuku mudah – mudahan Allah meridhoinya.

Membayar sawah yang selalu ditagih dan ditagih oleh nya.

Ridhoi,

Wassalamu’alaikumsalam.wr.wb