Diposkan pada Cerita, Pengalaman

Ditilang Polisi Cicadas

Memasuki persiapan bulan suci Ramadhan 2016 ini, apalagi masih dalam tanggal muda bagi para PNS atau pun pegawai lainnya. Sugan ga ada razia atau penertiban di jalan raya, hanya polisi yang mengatur lalu lintas saja. Ehh ternyata tidak juga yah.

Apesnya, sekitar pagi pulang kerja, keluar kantor jam 08:00, yang seharusnya jam 07:15. Dikarenakan shift pagi salah lihat jadwal, gendok da aslina. Ya terpaksa.

Pagi sekitar jam 09:20 tancap gas dari Jl. Karapitan menuju Jl. Turangga Bandung, di kawasan komplek Militer buat jemput temen. Niatnya ambil refund tiket kereta api di stasiun Kiaracondong, gara – gara temen batalin tiket lebaran. Parah, bayar kaga gue yang nombok, kan anjir banget. Lumayan lah 100,000 buat makan sebulan đŸ˜€ . Nah habis dari stasiun langsung tancap gas ke Jl. Antapani, muter sebab di Jl. Kiaracondong macet parah bingit. Bablas masuk jalan Bogor dan masuk ke Jl. Ahmad Yani, lurus terus arah Cicaheum.

Di depan emang banyak sih pake baju kuning – kuning tapi pake sepeda, ahh aku pikir sih itu sepeda santai. Aku sih pede ajh tancap gas bro, tau tau di depan ada pula costum kuning yang dipakai aparat. Dasar mata ngantuk kali yah, dan itu kelihatannya telat pula dalam jarak beberapa meter saja bro. Spontan, anjir polisi.Tepatnya di Jl. Ahmad Yani, Cicadas. Pertigaan dengan Jl. Ibrahim Adjie. Yang tengah – tengah ada pos polisi itu Gue ngrasa da belum punya SIM C karena suatu sebab, hehe. KTP dan KK bermasalah pula  ;D gimana coba

Dipanggil sama polisi begitu motor diberhentikan, dan STNK sudah ditangan polisi. Mana SIM nya, pas ditanya ya ini itu ini itu. Langsung disodorkan Undang – Undang mengenai Tilang. Anjay. disodorkan pula nominal Rp 250,000 karena belum punya SIM. 250 RB? Uang darimana? Minta langsung ditanda tangan sma pakpolnya, aku sengaja lam – lamain buat baca – baca dulu. Ehh ngoto eta pakpol hayang buru – buru geura. Coba negosiasi dikitg. Pak damai saja sudah lah, ini ada keperluan. Tanda tangan dulu terus transfer ke BRI Asia Afrika dulu.. Dikasih 50,000 tidak mau pula ini orang, paling rendahnya 100.000 saja mas. Ini aturan buat denda minimal di lapangan, begitu kata polisinya. Di surat yang entah apa namanya, ada terterA tulisan insentif. Wah wah jangan jangan nih, masuk kantong sendiri.

Susah pula ditawar dengan alasan komandannya pada disini semua, ga mau bayar 100.,000 malah mau ditanda tangan yg 250 rb.

Ya sudsh daripada lama mata ngantuk, bayar dech 100,000 haasil dari refund tiket Kereta Api, ahh nombok berkali – kali ini mah,

Itung – itung sodaqoh, membersihan gaji bulanan biar berkah. Tapi setelah ditilang ko hati merasa lega.

Ambil positifnya saja. Doakan saja biar sadar dan baik – baik saja yaw, wkwkwk. Atau barangkali uang gaji bulanan belum dizakatkan, ikhlas saja jangan difikirkan. Itung – itung buang sial

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s