Diposkan pada Tanpa kategori

Pendidikan, Formalitas Berbobot

Pendidikan memang penting. Sangat penting dalam menunjang era modern yang sifatnya kompetitif di setiap aspek kehidupan. Pendidikan itu begitu penting dalam mengangkat derajat harga diri dan keluarga. Apalagi jika sukses di aspek pendidikannya. Tak cukup hanya bisa membaca menulis dan menghitung tapi juga harus dapat memahami apa yg disampaikan ataupun dipelajari.
Pendidikan itu formalitas, bukan berarti tidak penting. Sebagai jembatan menjual diri kita kepada perusahaan atau badan usaha atas skill kita. Sebagai suatu kebanggaan tersendiri bagi penuntut ilmu apalagi sampai gelar doktor. Semua pendidikan itu berkualitas hanya saja perangkat pendukung pendidikannya yg tidak layak dan memadai dalam mendoktrin ilmu kepada pelajar mahasiswa. Tak hanya itu, keseriusan penuntut ilmu pun menjadi faktor utama dalam meraih kesuksesan di dunia pendidikan.

Pendidikan itu tuntutan pemerintah sebenarnya hanya pendorong. Jalan memasuki perkembangan hidup yg lebih maju. Kita bisa mengetahui setiap aspek program study ataupun pelajaran. Tapi sasaran utamanya itu bukan untuk menjadikan pintar atau pandai belaka. Melainkan untuk pembentukan karakter dan kepribadian yg baik serta berwawasan luas, menjunjung tinggi nilai etika dan estetika. Tak ada artinya jika seseorang itu smart and diligent tapi tak memiliki etika yg baik serta estetikanya. Tentu saja akan dipandang sebelah mata dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Bahkan tak akan terpakai.

Pendidikan yg disampaikan itu mempengaruhi cara berfikir dan bagaimana menanggapi sebuah argumentasi atau problematika. Bahkan akan menunjukan who am i yg sebenarnya, akan menjadi siapa dan apa?

Sebagain besar masyarakat mungkin mengharapkan untuk bisa bekerja setelah selesai pendidikan. Fakta. Baik dari lulusan SD SLTP ataupun SLTA bahkan Perguruan Tinggi. Dan itu tidak salah. Karena di sesi terakhir dalam menentukan karir hidup itu ada dua pilihan ;
a. Pengusaha
b. Pekerja
Semua itu tak lepas dari kemampuan bakat dan minat setiap manusia terdidik. Mereka memiliki kemampuan di bidang apapun mereka yg tahu.

Dikatakan bahwa pendidikan itu formalitas dan jembatan untuk menawarkan diri kita atas kemampuan dan skill kepada perusahaan itu nyata. Di zaman yg modern ini tingkat kompetisi sangatlah tinggi dan banyak pencari kerja dengan skill luar biasa. Tak hanya ingin mencari pengalaman kerja tapi juga mencari uang dengan berbagai alasan.

Tak cukup dengan modal pendidikan tinggi jika tak memiliki semangat hidup dan kerja keras. Harus pula memiliki program yg hendak dicapai dalam jangka pendek maupun panjang. Jadi apabila telah cakap sebuah rencana, tentu akan mudah dikoordinasi secara cerdas.

Pekerja dan pengusaha. Dua pilihan yg takperlu dijawab tapi hanya perlu dilaksanakan dengan segenap jiwa dan keringat.
Orang tak perlu pintar tapi cerdas dan peka apa yg akan dikerjakan. Orang pintar tak akan menjual dirinya pada perusahaan ataupun yg lain. Dia akan menuangkan segala yg ada pada dirinya untuk menjadi sebuah karya bernilai jual. Tak perlu banyak berfikir apa yg akan dilakukan tapi sigap akan berbuat apa. Orang pintar tak ingin dirinya diperbudak dan diekploitasi oleh pihak lain, hanya ingin bekerja untuk dirinya sendiri bukan orang lain. Walau itu seorang pedagang/wiraswasta tapi berpendidikan tinggi, tak akan diremehkan. Bukan berarti pekerja lebih rendah. Pekerja sangat berperan dalam memajukan sebuah usaha.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s