Diposkan pada Cerita

Tersandung Buta Warna, Gagal Masuk Perusahaan

buta-warna-802x451.jpg

Selamat malama agan agan semua. Maaf baru sempet nulis lagi disini, sempet ngedrop pikiran gak punya inspirasi sama sekali alias blank tak ada gagasan. Sekarang baru ada ini juga pas iseng mau download aplikasi buta warna alias color blind

Oke langsung ke cerita.

Waktu itu di hari Rabu, 14 Januari 2014 di PT Astaguna Wisesa Kawasan Hyundai Cikarang Selatan ane datang langsung ke perusahaan itu direkomendasikan oleh dulur saudara beda bapak beda ibu ahh beda sagalana tapi masih ada ikatan gitu. Ane domisili  Kebumen dan mereka domisli Banjarnegara.

Saya siap-siap jam 07 pagi dengan pakaian rapi hitam putih bawa lamaran lengkap menuju itu perusahaan penghasil Morin alias selai untuk roti yang rasanya memang top enak lezat guys. Disana disambut security, ane salah kasih salam selamat siang padahal masih pagi , hehe kebiasaan bangun siang sih sebelumnya begitu. Menunggu sekitar 1 jam, jam 8 pagi lebih sedikit dalam kondisi gerimis kecil akhirnya kami dipanggil untuk memasuki ruangan untuk pengarahan awal. Disana ane bertiga. yang pertama asal Kutowinangun, Kebumen dan yang satu lagi asal Solo.

Setelah pengarahan sebentar kami langsung masuk tahap test. Disini kami hanya tes matematika penjumlahan seperti kreplin begitu. Menjumlahkan 10 baris dalam waktu dibawah 7 menit. Hehe itu selesai langsung dikoorekssi disitu juga. Mungkin karena terburu-buru, ane hanya benar 7 soal saja. Alhamdulillah masih dinyatakan lulus.

Lalu dua diantara kami keluar termasuk saya. Sisa satu dalam ruangan untuk tahap interview. Untuk interview dibagi 2 tahap yaitu interview user dan HRD. Alhamdulillah lolos. Hanya dua yang dinyatakan lolo yaitu ane denagn orang Solo itu. Yang satu dinyatakan gugur.

Masuklah kami pada tahap persiapan MCU (Medical Check Up). Untuk MCU tidak dilakukan di perusahaan langsung tapi di Rumah Sakit Hosana Medica Lippo Cikarang

Alamat: Thamrin Square C3, Lippo CIkarang, Jl. Teratai No.BIIE No. 01, Cikarang, Jawa Barat • 17550, Indonesia

Telepon: +62 21 8972472

Dengan membawa surat apa namaya ane kurang paham lalu masuk ke ruamah sakit ke bagian apa ane juga kurang paham hahahaa.

Tahap pertama kami tes urin, dikasih wadah dari sana lalu suruh kencing tapi di toilet lho ngga boleh di depan dokternya langsung, cewe pula wkwkwk.

Tahap kedua, tes darah. Meliputi tekanan darah lalu diambil sample darah untuk pengecekan yang lainnya. Dicek disitu dengan alat. Disuruh duduk, yang menangani gadis Solo ayu tenan lah, “mas takut darah nggak? jangan ndredek lho” “weleh ya nggak to mba, masa takut darah. Takut kehilanagan kamu mba, cieee” “mas ini bisa ae” hehe

Tahap ketiga, pemeriksaan mulut. Meliputi kesehatan lidah, gigi dan yang ada disitu deh pokoknya. Di dalam ruangan masuk 10 orang lalu disuruh mangap-mangap kaya buaya mau makan, dicek satu persatu. Sudah deh, keluar.

Tahap keempat, tes Rontgen. Pengecekan paru – paru. Setelah nunggu lama sekitar 1 jam lebih hampir 2 jam lebih tuh baru bisa masuk pula ke bagian itu. Yang ngantri banyak bingit bro, serempak hitam putih semua.

Tahap kelima, tes buta warna. Mati gue disini. Ane tau sebenranya bahwa ane memang buta warna parsial ketika masuk seleksi SMK N 1 Puring, dan gagal berkali-kali di tes tersebut. Disitu ane dipanggil dan masuk ruangan dites sama dokter wanita cantik pula bikin gagal fokus. Ane disitu benar – benar mati rasa, blank. Sefthiap lembaran yang dia buka tidak bisa ane lihat sama sekali. Semuanya warna campur aduk kaya gado-gado guys. Merah kuning hijau biru hitamd an klainnya seolah – olah menertawakan ane. Ampun dech. Ya akhirnya pasrah saja ane di sesi terakhir itu. Di suratnya langsung ditulis, buta warna parsial. Penderita buta warna susah bro masuk test perusahaan. Walau sebenarnya kita sama-sama bisa melihat dengan jelas sama seperti mereka yang bermata normal. Tapi ketika dihadapkan pada buku ishihara kalian benar-benar mati total, keringat dingin, atau bahkan kencing di celana (tapi ane gak sih). Ya itulah kalo mpenderita buta warna. Selalu di diskriminasi walaupun punya reputasi yang baik, nilai raport baik, ijazah baik ataupun lainnya. Tapi memang tidak ada toleransi sama sekali dengan alasan resiko kecelakaan kerja. Tapi jujur saja, ketika dihadapkan dengan warna saya juga bisa menjawab. Sya bis menyebut merah, kuning, hijau, biru, ataupun yang lainnya karena saya pernah melihat kan. Dlam berlalu lintas juga saya bisa membedakan mana merah mana kuning dan mana kuning. Begitu juga dalam masakan, bisa membedakan maskan mentah dan matang, mereka yang makan tidak sakit, atau mati. Jadi dari sisi mana coba?  Pada tombol – tombol pun masih bisa melihat dengan baik dengan warna berbeda.

Bahkan lebih aneh mereka yang kurang berprestasi dengan nilai yang minim di banyak sisi justru mereka yang bisa masuk dan direkrut sebagai karyawan. Apa bedanya? Mereka tidak buta warna pastinya.

Ya mungkin itu memang bukan jalan rizki sya mungkin.

Selepas itu ane pulang ke kosan teman siang sekitar jam 2. Kondisi gerimis pula. Smbil tetap berdo’a.

Besoknya saya meluncur pulang ke Bandung sambil menunggu kabar baik selama seminggu. Kalau dalam seminggu tidak ada panggilan, berarti saya tidak lulu. Benar saja, setelah seminggu saya kontak teman saya, dia sudah masuk tahap training sedangkan saya masih diem. Memang tidak lulus, ya karena buta warna itu.

So semangat para penyandang buta warna, biar saja tidak dapat masuk perusahaan. Masih ada yang mau menerima kita di bidang lain. Dan akhirnya ane masuk dunia tour and travel sebagai ticketing. Kerja duduk di dalam ruangan ber AC, bisa ngobrol ngalor ngidul berbagai bahasa. Alhamdulillah, syukuri saja apa yang ada.

Sekian cerita dari saya, semoga ada manfaatnya.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s