Diposkan pada Cerita

Kerja Beda Background

Perkenankanlah saya disini berbagi cerita

yang sekiranya ada manfaat untuk agan semua, diambil point pentingnya saja. Harap maklum apabila ada kata yang keceletot atau salah tata bahasa. hehe

Sebagai karyawan swasata yang bergerak di bidang Pariwisata atau lebih lugas lagi tour and travel di Kota Bandung awalnya memang terkesan tidak biasa menurut ane sih. Kok bisa? Secara ane nggak punya basic bidang pariwisata ataupun perhotelan dan basic sejenisnya. Ane cuma lulusan SMA IPA dari sekolah swasta pula. Sebab, notabene yang masuk dunia kerja tour and travel itu biasanya dari pariwisata dan perhotelan. Ane? Hahahaaaa, ngga nyambung kan, yang mana ketika di sekolah mempelajari kimia, biologi, dan fisika. Disini bidang kerjanya sudah berbeda lagi, haduhh,,,,  Mulai ngitung gaya, lama-lama kebanyakan nggaya juga. Mengenai zat kimia juga, sianida misalnya seperti yang ada di kasus kopi bersianida itu.

Dunia kerja sekarang ini sungguh jauh dari basic yang dipelajari selama 3 tahun gan. Terus selama 3 tahun itu untuk sekarang ilmunya dipakai untuk apa? Tapi itu hanyalah pertanyaan yang sempit fikiran. Mestinya dengan basic yang berbeda dengan dunia kerja yang berbeda pula, kita bisa memilah-milah atau dengan kata lain kita harus bertalenta kan? Jangan sempit fikiran. Karena sepetinya dasar utamnya sih hanya “ingin bisa?” Kalau kata itu tidak terbersit sama sekali ya apa kata dunia atuh gan. Tapi itu sih menurutku.

Tapi di sisi lain saya memang harus beradaptasi dengan pemikiran-pemikiran lama saya, sesuai apa harapan saya. Bekerja disini disini, namu semua sudah saya coba dan gagal. Apa kata dunia? Menyerah? Itu arti gagal sebenarnya. Tetap semangat walau sempat menganggur h

ampir 1 tahun lebih sih hahaha. Ya memang wakktu itu pemikiran saya terlalu fokus pada satu bidang saja, yaitu dunia industri/pabrik, yang memposisikan sebagai Operator Produksi. Tapi nyaatanya tetap saja Nihil, Optimis gan. Mungkin rizkinya bukan disitu.

Masuklah ke 2016 Januari,

Ane masuk dunia tour and travel sebagai Staff Ticketing anak dari Front Liner.  Perusahaan yang menjual barang dan jasa. Salah satunya tiket pesawat domestik & Internasional. Pekerjaan yang mema

ng dibutukan percaya diri yang tinggi, harus punya skill yang baik dalam speaking Indo maupun English, ya minimal pasif sih. Selain itu diusahakan memang good looking pula jadi seenggaknya ada daya tarik hahahaaa. 8 jam stand by depan komputer ditemani telepon kabel flexi dan alat tulis lainnya.  Ya begitulah kurang lebih tampak secara eksternalnya. Disisi lain mungkin terkesan kerjanya mudah dan simple. Eits kata siapa? Ingat, hidup itu hanya sawang sinawang saja gan. Tapi ya selama ini masih saya nikmati juga sih pekerjaan ini, masih posisi nyaman. Katanya kalau pegin sukses harus keluar dari zona nyaman? Ada benarnya juga sih, resign sebagai karyawan dan ambil keputusan sebagai entrepreneurship.

Kalau tampak dalam sih seperti ini,

Perusahaan yang menerapkan sistem shift memang memaksa karywannya tetap dalam kondisi prima dan fit saat bertemu konsumen. Iya itu memang keharusan. Dengan sistem 3 shift memang salah satu cara

perusahaan biar bisa berkpirah dan mampu bersaing dengan travel agent lainnya. Why No. Itu sih perusahaan, ane sih tinggal ngekor saja.

Dengan tanggung jawab yang memang tidak tanggung-tanggung untuk dijawab, kita harus dalam kondisi sadar dan fokus tingkat tinggi gan. Why? Disini kita melayani transaksi secara langsung face to face and online or by telepon, sms, BBM, WA, Line and the other. Tidak boleh salah dalam hal rute penerbangan, hari, tanggal jam penerbangan dan pesawat, jam check in dan terminal keberangkatan. Kalau salah, jangan heran kalau kita siap dimarahin tuh sama penumpang, gaswat donk. Perlunya titik fokus yang tinggi dan itu memang sangat ditekankan. Karena apa? Disini lebih dominan ke masalah uang. Yes, money. Dengan melakukan kesalahan ketika tiket sudah proses, wah kita tuh staff yang bersangkutan harus bayar full. Tekorkan? Min

imal 500rb. Berapa gaji kita memangnya? Belum pula kalau melakukan kesalahan sampai jutaan rupiah? TEKOR KAN? Tapi bagaimanapun juga itu sudah jadi konsekuensi perusahaan yang tidak bisa dilawan. Terima atau keluar? hahahaa

. Tapi bagaimanpun pula saya juga terima saja konsekuensi itu. Pernah sih begitu sampai jutaan gan, Nanti aku ceritakan di blog berikutnya saja.

Iya itulah sekelumit mengenai pekerjaan saya gan, disyukuri saja daripada menganggur. Di luar sana masih banyak yang butuh pekerjaan, apalagi disulut dengan isu kenaikan rokok nih. Itu sih buat yang merokok, ane gak merokok mah gak masalaha yang penting nasi warteg dan semacamnya masih stabil. hehehe

Iya itulah sekelumit cerita ane dalam shift 3 ini gan, daripada ngantuk gak jelas. Manfaatkan keadaan. Internet gratis tinggal pakai saja sampai muntah samapai bertahun-tahun mungkin kalau masih mau bertahan disini mah.

Selamat malam, ehh pagi ketang

====================================================================

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s