Diposkan pada Ilusi dan Imajinasi

Satu

Terkadang cemburu merasuki jiwa. Meracuni kalbu menjadi sebuah penderitaan yang melemahkan asa. Terkadang suatu saat menyalahkan hati ataupun keadaan bahkan seringkali pasangan ataupun siapapun itu. Itu barangkali sebuah normalnya perasaan yang berdasar atas kasih sayang. Kasih sayang yang sudah menapaki dasar hati dan membekas terkadang memang susah dilenyapkan bahkan mustahil. Hanya akan meracuni jiwa. Menyakitkan ulu hati yang menjadi sebuah nestapa. Kesedihan meenyelimuti.

Apakah harus berlebihan seperti itu? Melebihi sebuah perasaan normal yang pada dasarnya memang tidak dianjurkan? Terkadang memang melupakan siapa yang sebenarnya siapa yang harus diutamakn dalam jalinan sebuah kasih dan sayang. Manusia kadang memang tidak konsisten dengan sebuah komitmen. Entah itu yang dibuat bersama dan diikrarkan di bawah langit biru yang membuat rindu.

Terkadang memang terasa sulit menelan keadaan yang sudah terjadi di depan mata. Nampaknya sebuah drama sedih yang menyayat sanubari.

Terkadang aku ingin mencari keajaiban. Atau barangkali sebuah cahaya yang sinarnya menyinari jiwa. Agar tak gelap dan kelam. Setidaknya ada sebuah proses terjadinya embun yang beradu dengan kotornya batin. Melenyapkan sedikit kegelisahan yang mendera.

Terkadang begitu sulit memang mengucapkan apa yang seharusnya diucapkan. Tapi sadarlah, begitu tiada arti mencemburui hal – hal yang tak harus dicermburui. Itu hanya mengotori hati.

Tapi, ada sebuah pengharapan dari dalamnya lubuk hati ini yang diam hampa namun tersenyum. Barangkali waktu akan menjawab sebuah pertanyaan yang mencuat dan melebihi kapasitas otak manusia.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s