Diposkan pada Argument

Pembangunan Harus Tuntas

Saya disini menempatkan diri sebagai orang biasa dan bodoh tanpa mengenal UU yang berlaku.

Saya berasal dari desa di pesisir pantai Selatan Jawa, Jawa Tengah. Kondisi yang sepertinya masih tertinggal jauh dari kata maju secara fisik ya. Dari sisi mana? Dari yg sederhana saja, dari jalanan yang setiap hari dipakai baij jalan kaki maupun bersepeda. Kondisi jalan yang menurutku tidak memenuhi SNI. Kenapa? Jalanan yang nota bene menjadi penghubung daerah satu dengan yang lain, tapi dari apa yg saya lihat dan rasakan begitu tidak. Jalanan berbatu tajam lancip akan perlahan mencium ban sepeda. Menjadi bocor, dituntun. Selain merusak secara perlahan ya sepertinya tidak layak pakai. Itu hal sederhana. sebabnya? Entahlah apa yang terbersit di kepala pemimpin waktu itu. Entah program apa yg dicanangkan kala itu. Sekilas mungkin tampak oke dengan program yg disampaikan kepada warga melalui pengajian di acara hajatan siapapun. Sebagai warga yg masih minim pendidikan, kami hanya oke menyambut monggo wae. Mungkin ketika begitu beberapa truk membawa muatan batu dan seperangkat lainnya ada rasa girang di saya. Wah mau pengaspalan jalan nih, bagus nih jadi nggak becek. Semua ruas jalan sepertinya dlbegitu juga, sama rata. Dipenuhi bebatuan tajam. Ahh sabar mungkin ini baru tahap awal saja lah yah, kenangku dalam hati. Dan nyatanya sekian lama semua yg dibangun tak terealisasi dengan baik, batu menganga menyeringai pejalan kaki, pengendara. Ahh sialan. Ini jalan desa yang hambar tak terurus, seprti tiada pemimpin saja. Jalan begitu didiamkan saja. Laksana ngising tapi urung cewok. Hahaa, dan nyatanya memang tak terjadi hanya di satu desa, tapi banyak. Tapi sebagian desa memang rata-rata sudah semulus paha wanita.

Entahlah bagaimana prosedure yang sebenarnya harus dilakukan di sana. Rumitkah. Dariman pun aku tak tau, aku tak mau tahu urusan kaya begitu.

Entah dana yang tak tersedia atau bagaimana dari APBD & APBN.Sebagai warga ya kita hanya ingin enaknya saja kan, termasuksaya.

Entahlah apa arti sebuah pembangunan yang sebenarnya. Setahu saya begitu dibangun ya beres, bagus, mulus, siap pakai. Tapi sepertnya rancangan tak hanya pada sisi pembangunan saja, ada sisi lain. Apakah itu diurus oleh pemimpin, kades misalnya. Bukannya ada staff lain. Ahh lier aing :v

Iya harapan warga. Tuntaskan pembangunan sampai akarnya. Hhahaa

Ahh gk jelass gini.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s