Diposkan pada Cerita, Tanpa kategori

Hani Lestari

Tidak seperti hari biasanya memang. Beberapa hari belakangan ini memang ada sedikit perbedaan yang begitu dirasakan. Tapi aku masih sanggup bernafa, tidur nyenyak, makan enak. Hmm. Memang seperti ada yang begitu kurang dengan kondisi, hati. #ea

Masih nama yang sama, orang yang sama dan perasaan yang sama pula. Namanya ada di blog sebelumnya. Biasa ku sebut pesek, ya mungkin panggilan sayangku. Entahlah persepsi baginya. Ya karena aku merasa begitu sayang #ehh keceplosan 😀 Iyah sayang, rasa sayang yang membuatku menulis disini setelah sekian lama aku menunggu kedatanganmu, heheh. Membuatku menulis disini, itung – itung mengabadikan sebuah perasaan moment yang berbeda. Mumpung sempat dan ada waktu untuk menulis. Daripada idea ini menjadi gundukan yang menyampah di otak, bahaya bukan?

Dengan kejadian yang tak bisa detail aku ceritakan di blog ibi setidaknya ada beberapa opsi yang memang dapat tertangkap oleh pembaca, kamu misalnya neng pas searching eh nemu tulisan ini.

Biarpun sebuah hubungan adalah begitu saja, bagiku tidaklah memang begini ko. Secara sentuhan dunia modern sekarang dengan berbagai gaya dan argumentasi yang diambil dari alam bawah sadar dan pengalaman, bebas berstatement. Bagiku sebuah hubungan 2 manusia dewasa yang memang sepenuhnya belum sedewasa apa yang diharapkan olehku maupun olehmu. Aku tak akan menembak*mu haha dengan ucapan sayang yang romatis dan disaksikan oleh sesorang ataupun banyak orang. Sepertinya aku tak seberani itu, tak seperti masa lalumu mungkin ataupun teman-teman laki lakiku. Memang berbeda mungkin sepertinya, tapi iya itu memang yang aku rasakan, entah kadang aku juga merasa aneh. Hahaha

Yang jelas aku memang menyayangimu, tanpa aku harus berkata dengan rileks dan penuh persiapan. Aku cukupkan kamu mengetahui tentang hal itu. Sederhananya dengan kekhawatiran yang memang sering menepi padaku, rasa kesal rasa rindu yang sering menyatu dalam hati hehe.

Dengan kondisi sekarang, komunikasi yang mulai terganggu, HP mu rusak, Selasa, 22 November 2016. HP rusak. Hmm hancur.

Tapi bagaimanapun pula harus sabar, aku hanya pegang statement “yang sayang tak akan benar – benar meninggalkanmu” , Ditunggu dengan sabar sampai kamu pegang lagi. Bukan berarti aku membiarkan hal demikian, membelikan kamu misalnya. Bukan aku tak mau, aku tengah bingung mengatur finansial, bulan ini pengeluaran begitu besar bebrapa kali lipat dari bulan sebelumnya. Diirit-irit sampai bisa ke bulan berikutnya, maklum tanggal tua. Kenapa aku tak melakukan untukmu? Aku masih memprioritaskan keluarga biarpun beberapa ratus hmm naha jadi jana duit.

Aku tak berharap terlalu banyak, hanya jaga saja kesehatanmu dan baik -baik disitu, biarpun kata – kata tersebut lebay haha tapi ath da. Konsisten dengan apa yang ada di fikiranmu, ataupun hatimu.

 

Hani Lestari

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s