Diposkan pada Tanpa kategori

Lelah, Rindu Pagi

Aku rindu pagi yang tenang dengan hembusan fajar yang sejuk segar. Tak ada kebisingan suara apapun yang menjadi gaduh. Dimana pagi itu sekarang? Jarang kutemui bahkan tak pernah kutemui kembali. Sekarang hanya ada kebising kota yang memekakan telinga, dengan doktrin – doktrin masa suram yang menggenang. Hanya ada tekanan dunia kerja yang semakin menggencet jiwa. Adakah solusi? Pagi yang cerah? Yang kurindukan? Dimana pagi yang kurindukan dengan suara lembut dengan wanita yang tak pernah menua? Kecantikannyalah yang dipindahkan ke hati, ibu. Entah kenapa rasa pelah kini perlahan mengguncang jiwa, sepi sering kali menepi dengan sinis dan kompromi. Putus asa dan pesimistis menepis rasa semangat yang menggebu. Apakah aku harus pulang sejenak? Memeluk ibu? Membasuh kaki ibu yang kulakukan terakhir di tahun 2014. Lelah melanda dengan masa lalu yang sedih menenggelamkan kenangan. Serasa hanya ada Hani Lestari yang penyabar mndengarkan keluh kesah, dengan hati penyayang. Neng temani mas yah, bantu mas yah. Mas sayang sama kamu 😍😊

Ingin rasanya hengkang dari sebuah tekanan dan memanage sendiri. Rasanya cukup sudah bekal rohani namun minim bekal finansial, mumet.

Aku berdo’a pada Mu, dekatkanlah selalu aku padaMu dan yang aku sayangi terutama keluargaku, kedua pada dia yang aku pilih secara sepihak, kamu neng . Mas pilih kamu buat jadi sesuatu yang berharga dalam hidupku.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s