Diposkan pada Cerita, Ilusi dan Imajinasi

Bagaimana Kalau… .

Hati adalah hati dengan segala kekuatan dan kelemahan yang terbungkus di dalamnya. Tentang rasa ataupun tentang sebuah logika. Logika yang memang sulit dipisahkan dari bungkusan rasa. Ibarat satu paket yang terkadang lengket begitu lekat. Terkadang pula tiada sama sekali sangkut paut, lidah lebih dominan dari rasa atau logika. Sebijaksananya manusia, tidak ada yang sempurna. Terkadang mereka terpelanting oleh lidah, lunak tak bertulang.

Cinta adalah cinta yang memang melekat pada setiap hati, setiap jiwa. Entah bagaimana terciptanya, seperti begitu saja ada. Rasa suka, tidak beda jauh dengan cinta. Beda persepsi, suka bukan berarti cinta dan cinta sudah pasti suka. Bagaiman kalau akau mencintaimu? Pasti aku juga menyukai segala sisi, sengaja harus ditoleransi, toleransi menyukai semua hal.

Bagaimana kalau dengan hati ini?

Aku punya hati yang tentunya lapisannya berbeda dengan hati yang lain, tak da yang sama persis dengan hati yang lain. Apalagi sebagai seorang pria.

Pria  yang kebanyakan mungkin di usia muda, masa muda enatah berapapun usianya terkadang memang tertarik dengan lawan jenis, wanita cantik. Dari sebuah sorotan yang begitu saja sepertinya timbul sebuah dorongan hasrat bagaimana cara memilikinya. Dengan zaman yang memang selalu berputar ke arah kemajuan, pacar adalah salah satu kata yang tidak ada istilah tabu. Begitu fenomenal merambat ke berbagai kalangan dan lapisan manusia. Apalagi dengan kemajuan teknologi.

Dengan memacari? Yes itu adalah salah satu solusi bagaimana menyalurkan hasrat suka yang dipendam begitu saja, wanitanya mau pula.

Proses pendekatan sepertinya sebuah sesi awal yang begitu penting, penuh perjuangan. Sedemikian rupa, tantangan dihadapi sampai berbohong mungkin, bukan hal aneh lagi, ane pernah merasakan, wkwkwk

Bagaimana kalau denganku sekarang?

Tidak begitu tertarik dengan yang namanya pacaran. Sudah aku putuskan sejak putus dari mantan waktu SMA dulu.

Dunia pacaran serasa merubah segalanya waktu itu. Waktu banyak tersita apalagi posisi pelajar yang juga seorang perantau dari desa. Secara finansial pasti boros dengan waktu itu cuma dikasih sekitar 300-350/bulan. Pengalaman lain mungkin ada bohongny dengan siapaun, orang terdekat, keluarga misalnya. Demi seorang pacar yang bukan siapa-siapa. Senista ini rasanya. Awalnya saja juga sudah begini apalagi esoknya, fikirku waktu itu. Dijalani saja dulu. Tapi alhamdulillah aku tak pernah berbuat sejauh sampah kesana, apalagi sampai mencium atau raba-raba. Tak berani, aku masih punya ALLAH, masih punya agama dan keyakinan. Karena  pada dasarnya memang benar apa yang dikatakan ayat, apabila seorang berdua dan yang ketiganya adalah syetan. Itu adalah fakta dan memang sebuah kenyataan yang tak bisa dibantah. Syetan tak berwujud tapi berbentuk bisikan ghaib yang begitu lembut dan halus, tak bisa dirasakan secara normal tapi ada dalam bisikan hati. Bercampur dengan suara hati, gejolak hati, keinginan hati. Tentunya sebagai manusia normal yang masih ada sentuhan agama, kita masih bisa menilai entah itu hal baik atau buruk. Dengan sebuah peluang itu adalah, “mencoba sekali”, dengan adanya pembukaan sekali itu, itu adalah sebuah opening yang menggelapkan.

Tapi tak semuanya memang bisa terjerumus dalam lingkup pacaran, masih ada mungkin yang masih bisa menjaga sedemikian rupa. Tapi entahlah bagaimana menjaganya.

Dan saya putuskan memang dengan mantap “no pacaran”, biarlah mencintai dalam diam hamba ALLAH. Dikuatkan saja dalam do’a setiap 5 waktu. ALLAH tidak akan salah memilihkan jodoh, aku begitu meyakini bahwa jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri. Fokus perbaiki diri sambil menabung membantu orang tua dan untuk sendiri rasanya lebih produktif, lebih santai.

No tembak – tembak cewe apalagi yang sholehah, karena yang sholehah tidak akan bilang yes kita loe tembak, itu.

Adakah yang aku mau ajak komitmen, kamu pahamkan kan aku sayang padamu? Kodeku sudah terlalu banyak lho, aku serius aku pengin seriusin kamu. Jaga perasaan ya Hani Lestari.

Dari sesuatu aku selipkan namamu dalam do’a.

Tapi aku tunduk dengan kehendak ALLAH saja, Dia lebih paham. Makanya terkadang ketika rasaku begitu bergejolak padamu, lama-lama menjadi sakit. Aku coba stabilkan hal itui sampai saat ini.

Janjimu akan tetap stay kan disini, ada buat nyemangatin aku?

Bagaimana kalau suatu saat nanti kita ketemuan dan umurmu masuk lebih dari 20 tahun, kita bicara serius?

Bismillah.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s