Diposkan pada Cerita

Bandung – Jogja by KA Pasundan

Di sini mendung masih memayungi Jatinangor, Sumedang. Dari pagi hari hingga saat ini, belum nampak kuat sinar mentari menembusnya. Masih lembap. Dingin, cuma cuaca ajh yang boleh dingin, kamu mah jangan šŸ˜¦

Siang guys, gimana kabar semuanya? baik – baik saja bukan? Lama sudah tangan jemari tidak mengotak atik keyboard untuk buka wordpress ini, ada malas yang menggilas, sepi yang menepi, galau yang merancau, hmm

Ini adalah salah satu perjalanan perdana saya ke Kota Gudeg, Yogyakarta dalam hidup ane. Hihii aneh memang, seumur – umur baru menginjakan kaki di tanah Jogja yang keren binggo, maju modern tapi tetap kental dengan nuansa budaya aslinya. Padahal kalau dari tanah Kebumen bisa dicapai dalam waktu 2 – 3 jam saja, ya karena  kepentingan yang berbeda jadi ya begitulah.

Ke Jogja  hanya untuk tugas dinas dari perusahaan untuk back up staf yangkebetulan sedang ambil cuti untuk pulang ke Bogor selama +- seminggu. Harusnya memang bukan saya harus meluncur ke Kota Gudeg tersebut, harus dari Koordinator, nyatanya tak ada yang ambil alih kesana, yawis. Aku ya siap – siap bae, asal saja ada uang dinas, wegah gratis.

Minggu pagi, 5 Februari 2017 ane melesat ke stasiun Kiaracondong mengejar KA Pasundan yang jadwalnya jam 05:20 start dari Kiaracondong. Dengan membawa tas yang hanya berisi seragam kerja saya 3 stell dan pakaian ganti serta onderdil dalam. Tak bawa makanan, toh makanan bisa didapat dimana saja, nyopet misalnya, ehh salah. . Dengan kondisi gerbong yang hanya berisi beberapa orang saja, saya kebetulan duduk di gerbong 5 sebelah jendela. Tujuan Lempuyangan tiba jam 14:15.

Dengan perjalanan yang sebenarnya sama  dengan perjalanan kereta api di waktu sebelum – sebelumnya cuma nuansanya saja yang berbeda dan kepentingan yang berbeda juga. Masih dengan pemandangan yang sama  waktu yang sama kesendirian yang sama juga, dalam bisik hati aku sebenarnya ingin ditemani olehmu “neng”, tapi memang tak bisa  sih hmm sendiri lagi. Indahnya masih asli dan memang nyata wilayah pegunungan  kawasan Jawa Barat terutama Garut, iya wilayah kelahiranmu neng . Asri memang dan penuh kemisteriusan tapi menyimpan alam yang elok. Spot yang indah meliuk – liuk , terbungkam. Ada yang berbeda agaknya, pembangunan double track yang memang sudah lama dikerjakan nyatanya masih terus dikerjakan. Berharap nih lekas selesai dan bisa menikmatinya. Dari atas jembatan sungai Serayu nampaknya sudah selesai tinggal ujung – ujung nya saja agar lekas disambungkann. Di wilayah Kebumen juga sama masih dalam proses pengerjaan pula. Pertama kali menikmati suasana stasiun ke timur setelah Gombong, pertama kalinya hingga akhir di Lempuyangan. Bisa melihat suasana stasiun Kebumen, dan mana yang disebut stasiun Kutoarjo hahaa.

Ada sebenarnya  yang membuat agak kesal terharu juga, yang biasanya ane turun di stasiun Gombong untuk pulang, nyatanya kali ini ane harus next ke tujuan akhir, sedih šŸ˜¦ šŸ˜€ Tapi demi tugas dan tanggung jawab ya harus kuat lha, lebay :p

Suasana selepas stasiun Kutoarjo memang beda apalagi setelah masuk wilayah Daop VI  YK, alias Yogyakarta. Pemandangannya juga oke, bermacam – macam background. Mungkin yang menjadi spot menarik unik bagi para railfans khusunya adalah di tikungan Kalimenur yang tikungan unik lumayan tajam namun mendebarkan. Apalagi kalau ada 2 kereta yang berpapasan dan saling membunyikan klakson khasnya masing – masing, berantakan hatinya, senyumnya terlempar, momentnya terbalaskan.

Memasuki stasiun kawasan Kota Yogyakarta, stasiun Tugu dan stasiun Lempuyanagn. Sempat bingung juga, ini Yogya dulu apa Lempuyangan dulu, kereta berjalan perlahan. Nyatanya KA Ekonomi tak ada pemberhentian di stasiun Tugu, langsung bablas perlahan di stasiun Lempuyangan…

Sesampainya di stasiun Lempuyangan langsung gajrut turun dari kereta menuju stasiun di sebelah selatan. Penuh sesak memang antara nyang turun dan naik, selain akan ada kereta Prameks yang akan masuk, ricuh lah pokoknya, tapi tetap terkendali. Saling mengerti untuk crew kereta bagaimana cara mengatasi agar tak sama – sama ketinggalan kereta tujuan masing – masing penumpang. Kutinggalkan stasiun Lempuyangan, mencari teman kerja di Jogja yang akan menjemput saya menuju kantor, maklum tak paham jogja ane. Agak lama memang mencari karena kami beda tempat menunggu. Ane di sebelah timur dia di sebelah barat, akhirnya ketemu juga jrengggg. Mangkatlah kami naik motor menuju Jl. Brontokusuman, sebelah  timur jembatan Tungkak, Nata Tours.

Menikmati Jogja di sore hari pertama kali. Biar dengan lelah penat menyatu dan kurang istirahat gara – gara mencari tiket kereta api mendadak, hmm. Kunikmati saja.

Spot garut yg dijepret tak sengaja šŸ˜¦ šŸ˜€

Selamat sore Yogyakarta.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s