Diposkan pada Cerita

Pengalaman Membuat SIM C

Selamat sore,

Kembali lagi dengan saya yang tak ditunggu dan tak dicari😂

Kembali ane disini ingin berbagi cerita mengenai pembuatan SIM C. Umur 22 baru nyempetin bikin SIM C, 5 tahun ane kemana aje? Haha ya memang waktu dan keuangan tidak sinkron. Ada uang gk ada waktu, ada waktu gk ada uang juga pernah gak ada waktu gk ada uang, lha priben le tole…

Mei 2017 tepatnya tanggal 2 Mei ane memaksakan bikin SIM C, karena memang perlu dan pastinya taat aturan, berkendara harus memiliki surat izin kan. Begitulah warga negara yang baik, ada polisi tidak panik, padahal polisi tidur, ada razia tidak panik. Tapi tetap safety yaa. Punya SIM bukan berarti bebas naik motor begitu aje, prosedurenya dipake. Kirangi gaya – gaya, sayang nyawa dan sayang kamu, ehh😂

Pagi – pagi ane meluncur ke Polantas Kebumen. Ehh untuk prosedure awalnya harus ada surat keterangan sehat ya. Ane lupa dimana alamatnya, kalau dari polantas kebumen lurus aja ke timur, sebelah kiri di asrama apa itu namanya. Disarankan harus pagi biar dapat antrian lebih awal dan tidak menunggu lama. Ane dari rumah jam 07:29 otomatia telat smpai sana jam 08:30 dapat antrian gelombang ke-2 

Memang harus ngantri lama, padet bro kya ngantri sembako hahaa, 

Nanti dipanggil sama petugasnya, harus stand by ya, kalau tidak ya siap – siap gendok ngantri dari awal lagi.

Dipanggil bagian ane, siapkan e-KTP Asli dan foto copy ya, nanti diukur tinggi badan dan berat badan – tes mata di buta warna – foto untuk surat kesehatan.

Biaya 40,000


Melucurlah ke Polantas Kebumen. Cuma 3 menit saja.

Di pintu gerbang ada pos polisi sebagai CS, tanya aja disitu nanti dikasih tau prosedurenya.

Dikasih nomor antrian pula dan blangko untuk data kelengkapan. Diisi seadanya, menyangkut identitas kita tentunya.

Begitu selesai langsung masuk ke ruangan dan diserahkan ke Loket 1 . Hal lucu dan aneh disini, pas ane bingung selanjutnya dimana pas nanya polisi, ehh polisinya bingung juga hmm, ada apakah? Padahal tinggal bilang, langsung ke loket 1 saja data diserahkan.

Menunggu dipanggil ya, jangan pergi kemana”, 

Dipanggil untuk bayar resi sebesar 100,000,- bayar tunai ya, tak bisa debet apalagi nyicil 😂

Menunggu dipanggil untuk pemotretan.

Akhirnya dipanggil juga, sesi pemotretan. Selanjutnya rekam sidik jari lalu tanda tangan, harus cepat yaa, terus cekrek foto. 

Keluar dan menunggu dipanggil petugas untuk verifikasi dan penyerahan berkas.

Persiapan tes teori dan praktek.

Gk ane ceritakan ahh

Intinya mnyangkut tata cara berlalu lintas dech, LULUS.

Praktek dengan sepeda motor.

1. Lurus, zig zag, angka delapan. Sampai lulus dech, klo ngga lulus ya mengulang lagi smpai lulus ya.

LULUS

Jadi dech SIM C

Gitu singkatnya ya

Metu disit gelet panganan. Ada mie ayam di sebrang jalan raya


Mie ayam Rp 8,000.- , es teh Rp 3,000.- , es susu Rp 3,500

Wareg karo wis rampung ya bali.

Kurang lebih nya mohon maaf .

Jangan pake calo!!

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s