Diposkan pada Cerita

Surat Ramadhan

Assalamu’alaikum. wr. wbSelamat pagi neng.

Neng, nama panggilanmu yang serasa lebih hmm entahlah bagaimana rasa yang menyeruak dalam dadaku.

Hani Lestari. Nama asli yang kau sandang dengan bangga pemberian orang tua.

Pesek. Nama panggilan yang sesuatu, sering kali ku lontarkan. Lebih simple memanggil neng, neng hanilestari, neng hny, atau hny adjah.
Engkau pasti masih tertidur lelap ya neng? Setelah selesai kerja menghampiri meja makan bersama partner kerja yang lain. Dilapisi derai tawa dan senyum. Sesekali bersenda gurau mengusik pembicaraan masa lalu masing – masing, tak jauh dengan hal yang berkaitan dengan cinta.
Selamat pagi neng… .

Bulan suci telah tampak di depan mata, tak perlu berhitung lama – lama, tinggal beberapa jam saja. Bulan yang begitu sangat dirindukan umat islam di penjuru dunia.

Aku juga merindukannya tentu. Selain mengenai peningkatan amal ibadah serra hal lain yang berkaitan dengan agama, juga pasti tentang pengiritan tak makan siang hihii, bagaimana denganmu? Masih suka ngemillkan neng? Hehe distop dulu yahh…

Neng hanilestari

Sebelum benar – benar menyentuh dengan hati yang sedalam – dalamnya, izinkan aku untuk menyampaikan sesuatu yah. Tentunya tentang permintaan maaf.

Maaf yang sebesar – besarnya padamu.

Dari beberapa patah kata atau mungkin banyak kata yang pernah menyakiti hatimu, perasaanmu dan sisi lain yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Maafkan aku.

Dari sisi aku yang terkadang kesal padamu. Kesal menunggu kabarmu dan lain sebagainya yang tak pantas kukatakan tentunya. Aku mohon maaf yang neng.

Dari rasa kesal menunggu pulangmu dari tempat kerja ketika aku tengah berada di luar sana. Maaf kan aku ya, aku sadar bahwasanya semua aku tak bisa mengatur seorangpun untuk mengikuti kemauanku. Maafkan aku ya, aku paham setiap orang punya maksud dan tujuan masing – masing, tanpa paksaan apapun.

Maafkan aku apabila pernah memaksa tentang sesuatu yang mungkin engkau tak sejalan dengan hal itu.

Maafkan aku.

Maaf apabila kesannya agak lebay hingga harus menulis begini dan dikirim diam – diam neng.

Aku baru sesekali ini menuliskan pada seorang wanita, kamu.

Telah kusadari aku lebih sering bertukar pikiran denganmu, berbagi alasan apapun mengenai suatu hal bahkan cerita cerita, ini alasanku menulis.

Maafkan juga tentang “perasaan”ku.

Dan prasangka – prasangka yang terkadang pas dan tidak pas. Itu tak apa bagimu, tapi terkadang keruh mendung di sini ( hati ) dan basah di mata.
Maaf apabila pernah membuatmu kesal atau mungkin kesal yang berlarut – larut.

Dan sisi hal lain yang tak bisa disebutkan satu persatu neng.
Aku lebih suka menulis. Apabila berbicara yang direncanakan aku takan bisa. Pasti bahasanya belepotan, bergetar dan salah tingkah. Percaya diri di hadapan wanita itu gak mudah, di depanmu misalnya hehe
Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat menunaikan ibadah puasa.
Ditunggu selalu kabarmu, setiap hari.

Semoga selalu dilimpahkan kesehatan, rizki yang lancar dan berkah. Aamii aamiin aamiin
– [ ] Wassalamu’alaikum. wr. wb

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s