Diposkan pada Cerita

…. , neng

Cinta, kasih sayang dan rindu. Beberapa kata yang bisa digabungkan bagi yang bisa menggabungkan. Layaknya perasaan yang sebenarnya begitu sederhana namun makna begitu luas dan tak mudah dipahami, terlalu abstrak.Cinta, belum tentu sayang.

Sayang, pasti cinta.

Mungkin begitu juga diriku padamu neng.

Entah bagaimana aku begitu menyayangimu hingga detik ini juga. Walau kadang dugaan perasaanku tak begitu yakin mengenai dirimu. Entah darimana waktu akan menunjukan bahwa kau tak begitu.

Sampai detik ini dan ketika aku menulis ini pun aku menyayangimu. Entahlah dengan kepastianmu.

Betapa rindunya hati ingin bertemu sekali saja di waktu tertentu. Entahlah, aku tak membuat janji lagi bahkan datang tiba – tiba. Dengan dugaan pasti, kau tak bisa kutemui. Entah apa alasannya, aku tak paham pastinya, alasan pastinya.

Dari beberapa kali kebelakang memang begitu adanya. Ya bagaimana lagi, aku tak bisa memaksanya. Biarkan berjalan seadanya saja. Ikhlas iklhas kecewa. 

Hujan pun dikebut apalagai reda, hingga terjebak sampai malam dan kau telah di rumah.
Malam ini, di pertengahan malam tadi entah berapa tetes air mata yang membasahi bantal warna pink. Dengan menangis diam – diam hanya sesekali tarik nafas lewat hidung agar tak tersumbat dan tak didengar adiku.

Ya begitu rasanya.

Aku menangisimu neng, dari rasa yang sudah begitu mendalam kasih sayangku. Dari rasa yang sudah begitu nyaah pisan, entah bagaimana denganmu. Sinyalmu membuatku terus berjuang. Tapi terkadang kamu berperasaan atau apa istilahnya dengan lelaki lain. Tapi memang sih bebas, secara tak ada hubungan yang mengikat pasti diantara kita. Ya tapi begitu cemburunya aku atuh neng.

Menjaga perasaanku masih begitu kecolongan, sampai sebegitunya aku harus menangis, menangisimu.

Kamu yang nota bene sudah tak mau berpacaran tapi mau nggak mau diajak pacaran saat ada yang nembak.
Begitu sederhanakah perasaan sebuah cinta dan tanpa cinta. Sesederhana itukah? Mau dan gakmaunya? 

Bagaiman dengan sebuah keseriusan? Bagaimana kalau aku serius dan begitu serius padamu?
Apakah mengoleksi secara lepas lelaki dan membandingkan sebuah rasa pengertian, perhatiannya, kasih sayangnya, cara berfikirnya dll sebagainya? Dengan respon yang sama saja terhadap kesemuanya?
Entahlah.

Semoga kau tak begitu yang ku gambarkan. Begitu cukup dan sangat terangat cukup menjaga perasaan menjaga hati sedemikian rupa. Pilihan ada padamu neng.
Apabila suatu saat nanti dan memang bukan aku, baiklah terima kasih.

Bertemu memang untuk tak disatukan. Cukup belajar.

Pasti ada yang begitu bisa menghargai sebuah rasa dan perasaan dan menjaga cinta, dengan tak begitu mudah terlalu baik pada “siapapun” .

Setidaknya tulisan ini jadi wacana, ketika kau membaca.

Aku begitu sayang padamu.

Aku begitu tak ada pilihan lain, serasa muara terakhir. Jangan disia – siakan apabila tak keberatan dan sreg.

Umur tak menjamin, tapi apabila berfikir serasional mungkin kau tampaknya paham sendiri.

Apabila engkau begitu membolak – balikan , menarik ulur hati, mencoba dan selalu mencoba cinta dari sana dan dari sini, engkau akan selalu jadi percobaan.
Bagi lelaki sepertiku itu sangat tidak pantas, mencoret cerita masa lalu kelak.

Cinta bukan sebuah alasan untuk mencoba dan dicoba, mikir.

Cinta saja tak dijaga, bagaimana dengan perasaan.

Bagaimana dengan si dia yang ini, yang di mimpi dan tak punya no hp dan sosial media? Apakah bohong saja?
Aku berdo’a, semoga Allah selalu membuka jalan Nya, aamiin

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s