Diposkan pada Cerita

Gara – gara Online Shop

April 2018
Bulan kelahiran persiapan masuk usia 23 tahun. Angka yang berurutan dan tidak ada selisih. Usia berkurang dengan beban hidup bertambah hehe. Mungkin sepertinya bukan beban, lebih ke tanggung jawab dari sebuah keinginan, cicilan motor Vixion dan tabungan menikah. Motor selesai September 2019. Agenda menikah berharap tahun 2020. Aamiin semoga semua ada jalannya dan dilancarkan oleh Allah SWT.

Dengan gaji di perusahaan travel sangat lah terbilang minim. Dibawah UMK.
Salary yang diterima tak tembus 2 juta. Nasib. Tapi tak apalah, karena semua secara privasi perlu sebuah kesibukan entah apapun itu. Karena pada dasarnya dengan umur yang belum dewasa, masih blah bloh. Kerja itu bukan sekedar pandangan tapi sebuah identitas. Gengsi donk tidak kerja, walau pemasukan dikit tapi yang dikepengini besar. Besar pasak daripada tiang.
Mungkin ini adalah hal yang ceroboh menurut saya, menyadari juga akhirnya.
Kapan sadar ??
Ya sekarang, di 12 April 2018.
Kontrak kerja diputus yang harusnya jatuh tempo 18 April 2018.
Mimpi apa semalam ya?
Dengan rasa yang sebenarnya sudah dipersiapkan untuk menghadapi segala pahitnya sebuah pembicaraan yang terarah.

Jadi gini.
Ane masuk kerja di bidang tour travel Januari 2016 – April 2018, 2 tahun mengabdi ke perusahaan itu.
Banyak sih dan memang sangat banyak pengalaman bekerja dengan struktur dan manajemen yang baik ( awalnya ) . Karena kalau managementnya baik dan terprogram, Insya Allah segala sisi untuk karyawan juga baik.
Tapi sebelumnya hatur nuhun sudah memberi kesempatan untuk berkiprah di perusahaan Anda walau tanpa jenjang karir, itu itu mulu Ticketing – Tour Consultan.
Ya semua berawal dari bawah dan smpai akhir pun masih di bawah juga. Hehe, entahlah.
Secara ane adalah suku luar dan cuma satu – satunya suku jawa yang disitu selebihnya suku s*n*a. Tapi secara spesifik sih alhamdulilah mereka baik semua gk.ada masalah. Klo yang menurut ane agak gimana gitu yah, sudah pada resign. Alhamdulillah karena ya menurut ane gk cocok ajh, secara pandangan yang beda hehe tapi kan beda fikiran dengan si.bos.

Ke endingnya ajah dech buat pengalaman ajah.
Secara garis besar sih ini asumsi yang besar buat ane dan pendapat yang tidak meleset. 100% real.
Ane disamping memiliki pekerjaan utama di itu perusahaan, juga memiliki usaha sampingan, yaitu bisnis online shop, fashion wanita produk lokal dari Bandung ( tas, dompet, dan sepatu ) ig : dianolshop_bandung
Mulai menyentuh itu olshop pas bulan Juli akhir sampai sekarang masih berjalan.
Mungkin hasil belum kelihatan tapi ya lumayan buat jajan dan pulsa istilahnya mah, tapi kan tetep prioritas di kerjaan utama. Kenapa? Kan dapat gaji, walau di luar ekspetasi, dulu pas interview gaji dapat 2,1. Faktanya kan dibawah 2 juta wkwkwk, sekelas Bandung Kota lho perusahaan PT.
Mungkin hasil online bisa untuk menutupi harian jadi mulai dijarah tuh bisnis online smpai akhir tahun income rata – rata melebihi gaji di kerjaan utama, Alhamdulillah. Di sela – sela itu ya udah mulai merasa nyaman dengan online shop.
Dia tuh mulai curiga – curiga kayaknya. Tapi curiga dalam hal apa coba?
Absensi bagus, no bolos, kerja sesuai SOP, masih ada profit untuk perusahaan.
Kenapa tahu?
Ya karena koordinator yang memang sangat baik kepada bawahannya daripada lainnya ngasih tau ke ane.
” dia sibuk online shop an terus nggak ”
Ahh udah kebaca, kenapa dia nggak bilang langsung atau bagaimana gitu caranya. Faktanya sampai sekarang juga tidak pernah bilang sampai selesai kerjaan juga.

Kesimpulannya :
– Dilarang punya kerjaan sampingan disitu
Ane dapat gaji berapa? Emg cukup tong gaji segitu sementara ane perantau, akal sehat ya pasti bilang lah, memang kebutuhan cuma itu itu saja? Kalau masih UMK mah gk.masalah, dengan job desk yang tidak beda jauh dengan koordinator kan, gajian 2 kali lipat. Ahh entah lah.
Karena di atas semua yang begitu hehe yang bilang begitu, ya tau sendiri lah gaji mereka berapa sampai ada mobil terparkir, tepak jidat.
Kerja sampingan dilarang keras, bagaimana pun karyawan jangan maju.
Tapi aneh lho, ada ko yang bisnis sampingan yang sama, ada yang bisnis tas juga dan sambel.
Efeknya buat mereka ( bisnis juga ) ? Gak ada efek sama sekali. Haha
Jadi opsinya disini, masuk diskriminasi.
Kenapa? Ya begitulah, dia boleh masa aku nggak. Haha
Bukan siapapun yang mendekati atasan tapi atasan yang mendekati bawahan. Hehe.
Kacida teuing.

Tapi alhamdulillah kalau solusi aku adalah yang di cut.
Jadi terbebaskan dari ketidakadilan dalam menjalankan hak kewajiban.

Hatur nuhun.

Dan sampai saat ini ane masih main di online shop, walau belum sebagus kemarin – kemarin untuk omset, mudah”an kesananya kian membaik untuk kerjaan utama dan penghasilan utama. Aamiin

Terima kasih : hanilestari
Yang masih setia sampai sekarang, mudah – mudahan engkau tetap konsisten dengan anggukanmu, sayang.

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s