Diposkan pada Cerita

Notes, teruntuk kamu

Bandung, 13 Mei 2018
Teruntuk engkau yang memporak poranda perasaan ini.

Bismillah,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sayang, semoga engkau sehat terus yah, baik – baik dan dilimpahkan rizki yang lancar, aamiin.

Entahlah, aku harus menulis apa. Merangkai kata yang bagaimana agar engkau benar – benar bisa memahami gejolak hati dan jiwa ini. Entah gemuruh apa ini yang tak selalu bisa kupahami sampai dasar – dasarnya. Selalu buntu begitu saja dengan menyisakan berbagai pertanyaan yang merisihkan. Entahlah.
Yang jelas memang sedang dalam kondisi yang tidak stabil, terguncang.
Dalam keanehan yang sangat, entah kenapa apabila ada sebuah gemuruh sore di hati yang tak jelas, selalu tertuju kepadamu apapun itu. Dan memang jarang melesat jauh dari apa yang diperkirakan. Entah sinyal apa itu, yang jelas tentangmu.
Seperti halnya hari ini neng, aku begitu benar – benar merasakannya yang teramat. Dengan datangnya engkau dari seberang sana selepas kerja. Dari raut muka yang tak bersahabat sepertinya. Entah air muka yang bagaimana serasa risih dan enggan bertemu denganku. Ini mungkin sebuah tanda problem yang agak serius memang tapi entahlah tentang apa, aku tak begitu paham. Serasa gemuruh ini adalah gemuruh perasaanmu yang masih berbentuk sinyal dan sandi – sandi kode yang belum bisa kupahami sampai detik ini. Aku berharap semua baik – baik saja, bisa dihadapi dengan baik.
Andai engkau tahu, wanita memang penuh dengan kode misterius yang terkadang membuat serba salah, itu aku. Engkau tidak harus selalu diam dengan ribuan kode rumit untuk dibaca. Berbicaralah, berceritakan karena aku masih sangat sanggup menjadi pendengarmu yang baik. Karena apa, sebuah kesalahpahaman karena ini apabila menjadi problem akan rumit jadinya jika hanya dengan kode. Aku masih sempurna mengenai rasa dan simpati terhadapmu. Karena kamu prioritas.

Entahlah sayang aku harus memulai menulis apa yang jelas dan terarah. Disamping aku tak begitu paham bab beginian, mungkin terlalu polos, atau aku bodohkah menurutmu?
Tapi bagaimanapun juga, aku begini adanya tanpa sedikitpun hal – hal aku tutupi dari kamu..
Iya sore itu, dengan perasaan masing – masing yang serasa tidak fair, terutama engkau manis, banyak problema. Tapi dengan penuh jujur demi aku menjaga hubungan kita supaya tetap baik sampai pelaminan ( aamiin ) aku selalu yah, selalu berusaha menghargai kamu dengan balutan rasa sayangku yang sudah kutuliskan di sepertiga malam. Walau ya aku belum bisa konsisten untuk berdialog dengan Dia di waktu itu. Aku sudah berusaha sedemikian rupa cara menghargaimu agar tak terkesan kasar, jahat, ataupun hal negatif lainnya.
Entahlah sayang, aku intinya sudah dan selalu berusaha untuk itu. Menjaga hubungan sebaik mungkin, serapi mungkin, secerdas mungkin dengan ekspetasi engkau mengerti dan mau serta benar – benar percaya padaku akan hal itu. Karena aku yakin dibandingkan menjaga hubungan bersamaa dan diri sendiri itu lebih sulit menjaga diri sendiri.
Bahkan engkau sering bilang akan sebuah godaan. Ya itu salah satunya, tergoda dengan orang lain dengan berbagai ciri – ciri dan kriteria yang dibuat nyaris sempurna. Apa? Karena mata dan hati tidak bisa singkron. Apalagi? Niat. Silahkan jabarkan sendiri menurut pemahamanmu. Kalau pemahaman ku ya niat itu luas dan bisa aku persempit tentang kita. Hubungan yang baik tanpa niat yang baik dan terfokus, hasilnya itu berbeda ko. Silahkan coba.
Aku? Aku niat benar – benar manjaga semua akan godaan, terutama tentang wanita lain. Karena aku sering menyampaikan pada Rabb ku untuk coba konsisten sama kamu, hanilestari. Sudah itu. Faktanya, aku tak sedemikian rupa begitu memperhatikan wanita lain, aku terfokus kepadamu. Biar tidak tergoda dengan siapapun, demi hubungan yang baik. Seperlunya saja dengan wanita manapun.
Maafkan aku, bahasa yang terlalu tinggi dengan makna mungkin serasa sebagai pembelaaanku tentang perasaan dan komitmen, itu.
Tapi entahlah denganmu.
Sejauh ini aku begitu percaya penuh padamu sayang. Aku cuma yakin bahkan benar – benar yakin bahwa engkau pun sedemikian rupa. Layaknya apa yang aku lakukan padamu sampai saat ini.
Tak ada hal banyak yang aku curigai padamu neng, bahkan mungkin gak ada sama sekali. Aku rasa hubungan kita baik – baik saja ko. Clear aku merasa kita saling rindu dan sayang.
Tapi fikiran manusia? Ada Dia yang membolak balikan hati ada syetan yang pasti berbisik – bisik jahat dan lembut. Selebihnya bagaimana hati masing – masing. Aku begitu merasa kokoh dengan kaya gitu, aku cuma 1 ya pengin halal sama kamu neng hanilestari.

Terlalu panjang lebar kah? Haha
Ini belum seberapa dari sebuah gejolak yang memporak poranda perasaanku. Karena kamu, iya kamu. Soal cinta kata – kata tak akan pernah habis, akan selalu ada dengan berbagai karakter dan nuansa yang mesra nan syahdu.

Cuma hari ini aku serasa tidak ada masalah sama sekali cuma mengikuti benturan perasaan hati yang tak jelas, tentang engkau, kamukuh yang belum halal. Dan sedang aku perjuangkan untuk halal biar tak ada istilah menjaga jodoh orang lain.
Serasa engkau yang ada masalah denganku. Tapi entahlah itu masalah tentang apa. Kenapa aku sebutkan masalah??? Karena engkau tak betul – betul terus terang padaku, di depanku selepas maghrib. Tentang apa? Masalah apa? Aku rasa baik – baik saja? Tentang kemarin malam itu? Haha aku tak mempermasalahkan begitu dalam tak seperti sebuah pertama itu yang sejenak serasa hancur karena cemburu berat dan tidak menyangka saja. Dan hasilnya ternyata engkau masih setia memilihku.
Hani tau nggak? Aku orangnya itu cengeng, lemah kalau soal cinta dan rasa. Hati? Hatiku tak keras juga tak lembut. Tapi atas dasar perasaan yang dalam, yang belum pernah aku rasakan sebelumnya aku pulang dan menangis di pelukan adik sendiri. Apa aku curhat ke orang lain? Tidak. Bagaimanapun aku tidak cerita kecuali hal baikmu. Aku hanya bercerita pada adik dan keluarga, terutama ibu, ibu, ibu dan bapak.
Tapi tentang sebuah air mata yang mengalir di pipi dan menjadi sembab, biar aku yang tau.
Kalau ini berlebihan? Maafkan aku, aku apa adanya saja. Tidak menutupi, terutama buat kamu. Biar kamu tau semuanya tentang aku.

Tentang hari ini sore ini ketika engkau langsung pulang, aku yakin kamu menangis karenaku, karena ucapanku, maafkan aku. Sebegitunya yah masanto minta maaf sama hny? Gampang banget yah? Coba mikir, gitu yah kata hati hny ke aku pas jalan pulang.

Sayang, aku nggak terlalu mempermasalahkan ya. Cuma aku hanya sebatas menilai dari luar dengan apa yang aku lihat saja makanya aku bilang sama hny. Hny tau? Aku cemburu, apa yang membuatku cemburu? Ya naon atuh di gang pulang kerja, ngobrol lama – lama di situ hehe udah dianter pulang mah pulang atuh ai gk ada perlu sama sekali mah, sambil nanya, ” beneran teu nanon, bener teu nanaon, entahlah bahasanya apa hehe asa lembut mesra gitu. 😦 da fikiran mah da mungkin di pasar baru kerja nya juga dekat kan pahareup hareup, bisa ngbrol atau pas istirahat gitu.

Ya itu fikiran ku, geleuh nyak? Pasti geleuh pisan smpai keseul ke aku da, padahal cuma ngobrol gitu doank. Ya aku fikir ya ngobrol mah ngobrol da bisa di pasar baru gitu ( replay )

Maaf aku bahasanya kaya gini, da namanya juga cemburu neng, kenapa cemburu? Karena aku melihatmu, kalo nggak ngliat mah da aku gk ngomong apa – apa sama hny. Aku berhak nanya yang jelas. Dipendem? Bisi jadi masalah. Aku gak mau itu neng. Da gak ada apa – apa kadang ngrasa aman ehh ada masalah taunya.

Maaf, berantakan bahasaku ini.
Entahlah bagaimana apabila hani baca ini, dan entahlah besoknya lagi pas bertemu aku lagi. Aku pengin tidak dibahas yah. Kita resapi masing – masing buat pembelajaran. Apabila aku yang salah, aku intropeksi diri sendiri salahku dimana, kalau masih salah berarti aku keterlaluan. Tapi namanya manusia atuh sayang. Salah karena jalan cinta, aku rasa hny punya pelajaran yang lebih berharga dibanding aku dengan masa lalumu terdahulu. Dan kemungkinan kecil untuk terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Aku menulis ini juga sambil meresapi walau aku tau meres handuk saja belum tentu kering, apalagi meres sapi.
Satu kata to the point ” aku sayang kamu ”

Dan ketika itu, aku cuma pengin ngbrol dengan cara yang baik dan pelan saja dan engkau bisa memahami perasaanku juga, udah itu saja ko gak lebih. Tapi kamu berlari pulang, setelah mengungkapkan alasan – alasan. maafkan aku. Aku salah. Maafkan kalau aku kasar. Tapi apa aku harus tinggal diam kalai tentang kita ada yang mengganjal? ( maaf lagi )

Dengan itu aku masih berdiam diri agak lama dengan kondisi yang dingin hangat berkaca – kaca. Secengeng ini seorang cowo kaya aku. Belum seberapa sepertinya karena di depan sana yang dihadapi pasti lebih berat dan menantang.
Kamu sayang sama cwo cengeng. Dengan apapun yang pas pasan jauh dari sempurna, jauh banget, hanya beberapa persen atau tak menyentuh 1%. Ganteng? Asa henteu dan kamu mengangguk pelan.

Yang terbersit waktu itu, aku salah apa yah.
Salah apalagi Yaa Allah sampai kaya gini. Padahal aku rasa ya adem adem saja ko, mesra masih dengan rindu masing – masing.
Asa keseul gitu ke aku, aku ngeseulin?
Aku ngintil wae ke hny??
Ngintip kumaha? Hny tau? Asli aku gak ngerti justru gak paham sama sekali.
Gini sayang, aku gak gimana – gimana ke hny, hariwang? Sepertinya ya aku sebatas wajar tak berlebihan ko.
Misal kemarin tuh yah, kemarin soalnya aku lewat iseng ke pasar baru jam 6 lebih dan Fahira belum tutup. Aku diam saja gak punya inisiatif? Aku juga mikir, sayang.
Hny udha pulang belum? Pulang sama siapa kalo yang lain dijemput soalny Nisa libur karena aku sempat kirim pesan WhatsApp.

Sebenarnya disini aku tak begitu paham.makanya aku nanya ke hny, tapi jawaban hny? ( ingat – ingat )
Asli aku tak begitu paham sebenarnya bagaimana akan hal ini.
Aku merasa mengekang hny? Mengekang bagaimana maksudnya sayang, sampai hny tertekan kaya gitu karena aku? Apa coba neng? Jawab yang jelas biar aku paham lebih dari sekarang.
Perasaan aku tak membatasi pergaulanmu, lingkunganmu, hny harus gaul sama siapa, dan hal lainnya. Aku mengekang? Maaf
Mengenai antar jemput dengan dia, mangga wae. Kenapa aku gitu, ya pas lihat Hany ajah, da klo misal gk lihat mah gk akan aku bilang macam – macam. Karena apa? Karena percaya ke hny. Kalau aku orangnya gak percayaan mah, pasti posesif berat dan hny akan risih.

Selain itu juga sih banyak yahh yang aku rasakan sebenarnya.

April 2018, kelam angka 23
Sebuah problema catatan hidup yang sebenarnya tidak aku inginkan bahkan diluar dugaanku. Sudah tidak bekerja diputus kontrak sepihak oleh perusahaan yang aku yakini karena bisnis online shop ku, disirikan ku temen kerja, atasan dan siapapun yang mengutuku dan benci yang diperkiran online shop ganggu kerjaan utama itu. Aku ikhlas ko, masih ada Allah. Allah masih sayang karena memberi cobaan. Karena sampingan itu untuk mengisi tabungan dan uang jajan. Yang aku harapkan bisa terkumpul untuk melamarmu dan menikah. Gaji kantor untuk harian dan bayar cicilan.

Maaf aku punya cicilan yang lumayan.

Ada perubahan yang beda denganmu beberapa minggu dengan kondisiku yang sedang di bawah bahkan sangat dibawah, terjatuh terpuruk diaduk – aduk zaman now. Tapi mudah – mudahan tidak seperti yang aku fikirkan. Ini yang aku yakini hanya bisikan yang tak jelas. Di dalam hati yang terdalam aku masih begitu percaya dengan hal apapun tentang kamu, kejujuran. seperti.
Mudah – mudahan hanya bisik – bisik pengganggu sebagai ujian perasaan ku saja.
Aku sedang jatuh, lemah, dan ya bingung di sisi lain aku mencintaimu.

Pengangguran lho sayang.
Online shop masih jalan walau rata – rata kondisi sedang sepi, minim orderan semuanya seperti temen perjuangan di kota kembang, biarpun tidak kenal. Masih ambil waktu menjadi ojek online, Grab.

Hny berubah karena aku masih menganggur belum ada kerjaan tetap yah? Serius karena itu?
Hny merasa malu yah sama teman – teman mungkin pas ditanya tentang kerjaan aku, atau ditanya ku siapa gitu saudara, aa teteh, kka, keponakan bahkan siapapun keluarga?
Ya da gimana lagi atuh yank? 😦 tapi aku apa tinggal diam?

Bahkan hny agak melarang jangan ketemu dulu kondisi kaya gini?? 😦 aku datang ke hny bukan karena apa, aku datang karena sayang, kangen ke hny itu ajah ko.
Melihat wajah mu. Senyummu yang manis. Hidung pesek yang hemat irit oksigen. Karena sayang, butuh semangat hidup, biar selepas ketemu hny aku semangat lagi dan good mood Itu ajah sayang. Melarang ku serasa hoyong menjauh dariku, aku gak ridho dan nggak siap untuk itu… .

Hany tertekan dengan seringnya aku datang ke hny? maafkan aku. Da serba salah

Mudah – mudahan kamu mau bercerita yah.
Semangat kerjanya yah jaga kesehatanmu baik – baik, makan yang teratur biar tetep seger. Raih cita – citamu untuk kuliah, aku biar berusaha nabung buat menikah. Aku tak kuliah tak apa – apa yang penting engkau setidaknya bisa setaraf dengan saudara yang lain biar tidak dianggap sebelah mata. Engkau dihargai.
Beda pendidikan, pendidikan mu lebih tinggi, jangan rendahkan aku, itu sama hal nya merendahkan harkat dan martabat keluargaku. Hehe

Maaf kalau ada yang salah dariku, sifatku, sikapku, apapun itu semua tentang aku sampai sedetail-detailnya. Maafkan aku.
Aku cuma pengin baik, apabila caraku salah di hny, aku nggak keberatan hny untuk mengatakannya. Kita masih bisa bertemu dan berbicara bareng di atas sepapan meja 1 porsi pisang keju tabur coklat meses. Ditemani 2 gelas minuman kesukaanmu yang sering kali aku samakan minumanku dengan minumanmu. Karena belajar menyukai apa yang kamu sukai itu sesuatu buat aku.
Berbicara dengan gaya masing – masing asalkan tersampaikan.
Aku terbuka untuk hny, dan tak ada yang aku tutupi tentang kita. Tentang apapun asal ada ceritanya, aku pasti bercerita padamu.

Rindu, berbicara mengenai masa depan yang sama – sama kita susun bersama sambil naik motor Vixion Movistar cicilan.
Semoga engkau masih mau dan sanggup konsisten denganku sampai jamur kuning melengkung hingga kita bisa belajar bersama mengarungi gelombang maghligai dibawah satu atap yang sama.
I love you.

Aku hanya takut hari ini, bahwa kau akan dijodohkan dengan pilihan kakakmu. Hehe tau kan gimana hancurnya hihi
Kalau begitu, tamat aku dan harapanku yang selalu ku ingat dan aku imajinasi kan sebelum tidur sebagai pengantar tidur. Harapanku akan melayang tak menentu ditiup angin kemanapun arahnya. Terjatuh menjadi onggokan sampah – sampah cerita kelam yang berserakan. Karena engkau bila dipaksa pasti sulit untuk menolak.

Mudah – mudahan tidak terjadi. Dan kita masih berjalan di atas satu tujuan yang sama. Dengan merajut senyum atas cinta dan air mata. Menyebut nama masing – masing dalam barisan do’a yang dirapalkan secara konsisten.

Sampai surat ini di tangan hny, aku gak akan menemuimu dulu lagi yah, sesuai permintaanmu waktu itu. Minggu depan pun aku gak akan datang, kecuali hny ridho aku datang.
Bilang aja ke nisa, WA ke aku yah masanto kesini jemput hny, apabila memungkinkan, aku Insya Allah datang mudah – mudahan dengan kondisi yang baik, hati, jiwa dan perasaan.

Maafkan aku, aku sayang kamu.
Aku bermimpi dan mencoba mewujudkan mimpi bersamamu, bismillah 2020 yah.

Dilancarkan rizki dan segala urusan lainnya.

Demi nama baik dan hal lainnya, waktu mungkin tak akan pernah membohonginya segala rindu yang meresap dan mendekap perasaan. Demi sebuah harapan dan kisah yang menarik teruntuk mamahku, aku sangat tidak keberatan apabila sebuah pertemuan adalah dibatasi. Dibatasi sewajarnya yah, sayang. Rindu? Ditahan yah hehe

Apabila jarang bertemu, jangan risau yah, jgn khawatir dan jangan nakal hehe. Jga kondisi hati dengan baik karena apa yang hany rasa tentang ketidakenakan tentang aku dan kau, entah bagaimana aku bisa merasakannya perlahan.

Bagaimana? Hati yang tak enak, gelisah, jantung berdebar, tentang kamu.

Bagaimanapun entah mengapa aku tetap mempertahankan hny. Tak da kamusku dengan adanya masalah apapun aku akan pergi? Tak akan pergi selama berbagai masalah kita masih bisa bicara.

Kamu gadis sunda yang begitu baik banget buat aku, mudah – mudahan selalu begitu yah, sayang. Nyaris sempurna dari segi perasaan yang halus lembut. Kasih sayang yang menenangkan hati. Ucapan kata yang tidak pernah tinggi dan membentakku sebagai lelaki. Kekesalanmu yang tingkahnya lucu namun membuat ku terkadang bingung. Tapi engkau tetap cantik, seperti halnya aku baru ketemu kamu.

Sayang, kamu tau cantik dari segi pemahamanku tentang kamu?

Hidung sih hehe, pesek mu yang membuatmu tampak cantik. Dengan pandangan mata yang sederhana namun cahaya mata yang tidak terlalu tajam, tak masalah buat aku. Idung dan bibir yang sejajar singkron tapi manis.

Intinyaaku sayang kamu, neng.

Aq sedang berusaha keras untuk menyelesaikan keuangan biar cukup bayar dan ada buat nikah.

Tentang kamu : serpihan kaca sebelah // 085741226632

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s