Diposkan pada Cerita

Niat Dibalik lirik Yaa ‘aasyiqol musthofaa, absyir binailil munaa

Yaa ‘aasyiqol musthofaa, absyir binailil munaa
Yaa ‘aasyiqol musthofaa, absyir binailil munaa

Qod rooqo kaa sush-shofaa, shofaa
Ash-shofaa, wa thooba wafdul hanaa
Qod rooqo kaa sush-shofaa, wa thooba wafdul hanaa

Iya itu adalah potongan lirik lagu Yaa ‘aasiqol musthofa yang lebih dikenal pembawaannya oleh NIsa Sabyan dari Sabyan Gambus.

Dengan suara merdu nan syahdu seta penghayatan yang tinggi, membuat pendengar merasa terbawa suasana. Termasuk aku pada waktu itu.

September 2017 entah Oktober saya lupa lagi. Iseng – iseng buka You Tube tiba – tiba nemu video lagu itu. Isi videonya mengenai resepsi pernikahan. Dengan cover lagu tersebut, saya merasa ada sesuatu yang aneh tiba – tiba terasa menjalari jiwa. Haha, pengin cepet nikah oke sih haha normal ya.

Ada apa denganku denga latar belakang lagu tersebut?

Sedikit saya ceritakan mengenai hal tersebut ya, biarpun tidak berurutan sesuai waktu, seenggaknya saya bias menenluarkan lewat tulisan ini. Daripada dipenda kan ya.

September, 2017

Kondisi masih tergantungan dengan pekerjaan sebagai Ticketing di perusahaan Tour and Travel, sesekali mencari pengasilan sampingan dari jualan online, saya benar – benar jujur dan serius untuk berencana mengungkapkan perasaan yang terdalam saya pada salah satu hamba Allah. Yang ciri – ciri dan nama sudah pernah saya sebutkan pada tulisan sebelum – sebelumnya yang terkesan ada lebay – lebay manis yang ketika saya baca ulang terkadang merasa geli – geli bagaimana gitu Hehe.

Tapi itulah pada kenyataannya.

Tapi ini baru sebuah rencana yah, termasuk dalam rencana besar dalam hidup saya. Cinta. Cinta bagiku memang perlu ruang yang besar untuk menyinggahi separuh jiwa saya. Karena hidup tanpa cinta serasa perjalanan hidup adalah datar tanpa ada tantangan.

Belum terungkap memang atas dasar apa juga untuk mengungkapkannya, tapi demi tercapainya ambisiku, menikah denganmu bagaimana caranya dan jalannya akan saya lalui. Manis pahit siap diterima karena hidup adalah pilihan. Diantaranya hidup memilih seseorang yag kita cintai untuk menjadi bagian yang lekat dalam hidup kita atau melihat dia bahagia dengan orang lain sebelum kita coba untuk memperjuangkannya?

Saya mesti ambil pilihan yang pertama, bahwasanya hidup dalam takdir kita masih bias merubahnya dengan ikhtiar penuh walau di dalamnya kita tidak pernah lepas atas campur tangan Allah. Selagi memiliki niat yang tulus atas dasar rasa yang tidak tergantikan karena Allah, kenapa tidak kita memilih seseorang untuk menjadi rutinitas harian kita dalam renungan, menyebut dia dalam tiap barisan do’a.

Garut,

Kondangan ke Garut bagiku adalah salah satu jalan yang kuanggap sebagai lampu hijau bahwa disana ada sebait jawaban yang tersembunyi. Walau bukan saya yang kondangan, tapi dia. Dan lketika ekspetasiku waktu itu adalah saya ikut dengannya kondangan pada temnnya yang menikah, tapi pada kenyataannya, saya hanya sebatas tukang ojeg, long trip Bandung – Garut PP. Haha. Tapi itulah adanya. Oke no problem buat saya, mungkin itu sebuah pemanasan. Mesti sabar.

Minimal dalam kejadian itu, ada beberapa poiny yang kudapat, yaitu, pertama, di Bandung sebelum berangkat ke Garut, sudsh izin dengan saudaranya, kakaknya. Minimal punya nama dan pandangan khusus baginya walau belum sepenuhnya dikenal, minimal tau.

Kedua, nah ini, saya bertemu dengan bapaknya. Hmm sebenarnya opsi yang besar bahkan sangat besar dalam dunia perkenalan, pergaulan dengan siapa anak perempuannya pergi.

Disana juga ada kakaknya laki dan perempuan, mulai menenal dsn ngbrol ngalor ngidul istilahnya ngbrol ringan tappi berbobot tentang prinsip dan pandangan hidup. Minimal dapat point ,

 

Masih sering mendengarkan lagu tersebut sampai benar – benar bahwasanya saya yakin kau adalah wanita yang mesti kuperjuangkan ke depannnya, minimal bissa mendapatkan hatinya.

Oktober, 2018

Ada diantara  do’a – do’a yang tak pernah lupa untuk tidak dipanjatkan, engkau mengungkapkan perasaan lebih dulu daripada aku. Hehe aku pun ya tidak mau, tidak mau menolak haha

Hatimu kudapatkan.

Hmm jatuh pada rencanaku untuk benar – benar membuatmu percaya tentang cerita dan rencana hidup yang perlu kau ketahui, dan saya menyebutnya scenario hidupku adalah sempurna apabila menyelipkanmu dalam rencana tatanan hidup yang teratur.

Saya mengajakmu menikah hehe

Dengan suasana hati yang campur aduk tentunya dan ramai di Alun – Alun Kota Bandung tentunya saya harus berani mengungkapkan hal itu, bisi kapiheulaan ku batur. Tapi pad dasarnya bukan itu, Witing tresno jalaran soko kulino.

Dan pada kejutan yang luar biaasa, engkau mau dan benar  mau menerima separuh janjiku.

Masuk pada rencanaku untuk kita bias bersama dalam ikatan halal, 2020.

 

Ya begitulah cerita dibalik background lagu itu, makanya apabila terdengar lagu tersebut , bayangku melayang pada cerita di atas.

Dan untuk memuliakan niat tersebut , kusiapkan Mahar hafalan Surat Ar Rahman, bukan permintaanku, Insya Allah akan kupersembahkan untukmu, dan atas rahmat Allah SWT, sekarang di 2019 ini sudah hafal.

Hafal Ar Rahman pada Juni 2018, untuk cerita mengenai hafalan Ar Rahman akan saya veritakan pada tulisan berikutnya ya.

 

 

Terima kasih

Iklan

Penulis:

Asal Kebumen, mencintai gadis Garut (h). Penyuka tahu isi dan pesekmu. Persiapan Mahar Ar Rahman, 2021 Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s